Ini dikarenakan proses penjaringan tengah berlangsung tapi rekomendasi dari DPP PD sudah turun. Rekomendasi diberikan pada Guntur Hariadi pada tanggal 20 Januari. Penjaringan sendiri digelar tanggal 23 Februari.
Khoiron Hasan adalah kader PD sedangkan Fadil Djamali adalah akademisi dengan memangku jabatan sebagai Pembantu Rektor III IKIP PGRI Jember. Keduanya sebenarnya datang ke DPD PD Jatim untuk menjalani proses fit ad proper test sebagai bagian dari penjaringan cabup-cawabup.
"Tapi sampai di kantor DPD kami tidak menjalani fit and proper test yang telah dibatalkan dan kami diberitahu mengenai rekomendasi itu," tutur Khoiron Hasan kepada wartawan di DPD PD Jatim, Jalan Kertajaya, Rabu (24/2/2010).
Khoiron menilai bahwa penjaringan tidak ada dan hanya akal-akalan saja untuk menarik perhatian masyarakat yang berminat. Ia juga mendesak agar pengurus partai lebih terbuka dan tidak memotong dengan menurunkan rekomendasi belum saatnya.
Protes ini mendapatkan sambutan dari pengurus DPD PD Jatim yang diwakili Wakil Sekretaris DPD PD Dharwanto. Pengurus DPD berjanji akan menggelar rapat pleno yang khusus membahas mengenai protes ini. Namun mengenai rekomendasi itu, pihak DPD PD Jatim mengaku tidak tahu menahu dan merupakan kewenangan DPP PD di
Jakarta.
"Rekomendasi itu yang mengeluarkan adalah DPP dan diluar kewenangan kami. Nanti akan kami adakan rapat pleno yang khusus membahas mengenai masalah ini," tandasnya. (stv/wln)











































