3 kelas yang mengalami kerusakan masing-masing kelas II A, II B dan III. Kerusakan sendiri terjadi Selasa (23/2/2010) sekitar pukul 17.00 WIB, setelah sebelumnya hujan deras disertai angin puting beliung. Bahkan atap runtuh hingga peralatan sekolah ikut rusak.
"Nggak lama mas hujannya, paling hanya setengah jam-an. Tapi setelah hujan reda ada angin kencang dan merusak 3 kelas ini," ungkap Sunardi (48), petugas penjaga SDN Sambiresik saat ditemui wartawan di lokasi, Rabu (24/2/2010).
Keputusan menggelar kegiatan belajar mengajar di teras dilakukan lantaran tidak ada ruang kelas yang. Satu bangunan perpustakaan yang setengah jadi sudah digunakan, tapi tetap tidak mencukupi menampung seluruh siswa.
Pantauan detiksurabaya.com di lokasi, kegiatan belajar mengajar itu dilakukan lesehan dengan beralaskan selembar karpet. Siswa kelas II A dan II B terpaksa belajar dalam satu tempat dan saling berhimpitan.
Salah satu guru kelas II A SDN Sambiresik Siti Zulaikah mengaku sangat prihatin. Meski begitu dirinya tidak bisa berbuat apa-apa dan meneruskan proses belajar mengajar demi kebaikan seluruh siswa. "Ya sebenarnya terganggu segalanya. Tapi terpaksa kami gelar kegiaan belajar mengajar di teras, karena kalau di dalam takutnya malah kerobohan," ungkapnya.
Secara terpisah Kepala Sekolah SDN Sambiresik Imam Sayuti saat dikonfirmasi mengaku sudah melapor ke Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri. Pihak sekolah berharap akan ada bantuan renovasi.
"Sebelumnya sebenarnya sudah rusak dan kami laporkan, tapi belum ada perbaikan. Ya semoga saja dengan kejadian ini akan segera ada perhatian." ungkap Imam.
SDN Sambiresik sendiri berdiri sejak tahun 1978 dan merupakan gabungan dari SDN Sambiresik I dan II yang dimerger pada tahun 2001 silam. Hingga saat ini, 12 guru berstatus PNS ditugaskan untuk mengajar 311 siswa yang dimiliki.
(fat/fat)











































