Bocah di Probolinggo Idap Penyakit Langka

Bocah di Probolinggo Idap Penyakit Langka

- detikNews
Selasa, 23 Feb 2010 15:05 WIB
Bocah di Probolinggo Idap Penyakit Langka
Probolinggo - Seorang bocah bernama Fathul Mu'in (16), warga Blok Bandaran RT 7 RW 3, Desa Dringu, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo menderita penyakit langka. Anak pasutri Sanimin (40) dan Ny Mujiati (35), tiap 15 menit sekali harus membasahi badannya dengan air.

"Kelainan yang dialami oleh anak saya terjadi sejak dia lahir," ujar Ny Mujiati, saat ditemui wartawan di rumahnya, Selasa (23/2/2010).

Bahkan, menurut Ny Mujiati, jika Mu'in tidak segera mandi basah kuyup, tubuh anaknya akan merasa kepanasan. Selain itu juga mengeluarkan darah dari hidungnya.

Menurut Ny Mujiati, kelainan yang dialami oleh anak pertamanya itu sudah ia periksakan ke dokter anak di Probolinggo. "Mereka bilang, kalau anak saya itu menderita kelainan pada kelenjar pori-pori kulitnya. Sehingga jika saat berkeringat tidak bisa keluar," katanya.

Akibat tidak bisanya keluar keringat, masih kata dokter, hawa di dalam tubuhnya menjadi panas. Sehingga Mu'in seperti ulat yang kepanasan dan harus mandi dengan basah kuyup.

Ny Mujiati juga menjelaskan, dirinya merasakan terjadinya kelainan pada anaknya itu sejak berumur 2 bulanan. Sejak berumur itu, Mu'in memang seringkali rewel dan menangis. "Kalau tubuhnya merasa panas, dia nangis," cerita perempuan itu.

Melihat anaknya yang masih bayi itu menangis, Ny Mujiati mengaku bingung. Salah satu cara untuk mendiamkan tangisnya, dia harus mengipasi tubuh anaknya. Ya, saya kipasi sampai dia tidak menangis," tambah dia.

Rupanya, kelainan bawaan sejak lahir itu hingga kini masih dialami oleh Mu'in. "Semua tubuh saya terasa panas. Kalau saya sudah merasakan hawa panas itu, terpaksa saya harus mandi dengan basah kuyup," ujar Fathul Mu'in.

Menurut bocah tiga bersaudara itu, kondisi panas pada tubuhnya baru bisa dirasakan setelah merasakan lembab pada tubuhnya. "Kalau dalam kondisi biasa, ya tidak ada-apa. Tapi kalau sedang beraktivitas main sepak bola misalnya, terkadang rasa panas itu langsung muncul," cerita bocah yang kini mondok di Ponpes Genggong, Pajarakan, Kabupaten Probolinggo itu.

Kalau sudah merasakan kelainan pada tubuhnya, Mu'in langsung berlarian mencari air untuk membasahi tubunnya.
(bdh/bdh)
Berita Terkait