Pantuan detiksurabaya.com, mogok mengajar tersebut serempak dilakukan guru di 24 Kecamatan di Banyuwangi. Seperti di Kecamatan Gambiran, Purwoharjo, Cluring, Bangorejo, Silir Agung serta Pesanggaran. Situasi sekolah di semua kecamatan tersebut sepi seperti tanpa penghuni, khususnya gedung SD.
Seperti yang terlihat di SD Negeri 2 Jajag, Kecamatan Gambiran. Nyaris seluruh ruang kelas di SD unggulan tersebut kosong melompong tanpa ada siswa satupun. Hanya dua ruang yang dipergunakan siswa kelas enam untuk mengikuti try out menjelang ujian akhir nasional (UAN).
Pemandangan yang sama terlihat di ruang guru serta kepala sekolah. Dari sekian banyak meja kerja guru, hanya ada empat yang terisi. Itupun para guru yang memiliki kewajiban menyelesaikan try out UAN bagi siswa kelas enam.
"Siswa yang lain kami liburkan," jelas seorang guru yang tidak mau disebutkan namanya, kepada detiksurabaya.com di lokasi.
Sementara para guru lainnya memilih pindah tempat kerja di kantor camat setempat. Di sana mereka melakukan konsolidasi antar guru atau sekedar bersantai hingga jam sekolah usai. Mogok belajar para guru di Banyuwangi ini akan dilakukan hingga tuntutan mereka dikabulkan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.
"Semoga hari ini sudah ada kepastian dari bupati, sehingga kondisi ini tidak berlarut-larut," jelas Ketua PGRI Gambiran, Djuwito, saat ditemui di kantor Camat Gambiran.
Sebelumnya, ribuan guru Banyuwangi yang tergabung dalam PGRI mengancam akan mogok mengajar lantaran tuntutannya tidak dipenuhi oleh Bupati Ratna Ani Lestari. Tuntutan para guru itu berkait dengan kesejahteraan guru serta amburadulnya birokrasi pendidikan di Banyuwangi.
(fat/fat)










































