Langkah ini dilakukan setelah aksi demo para guru kembali menemui jalan buntu. Pemkab Banyuwangi menolak semua tuntutan para guru .
"Kami berencana melakukan mogok mengajar, hingga tuntutan kami dipenuhi," jelas Husim Matamin, Ketua PGRI Banyuwangi, kepada wartawan, Selasa (23/2/2010).
Untuk memastikan aksi berjalan sesuai rencana, para guru akan melakukan sweeping di tiap-tiap sekolah. Sweeping itu untuk memastikan tidak ada proses belajar mengajar. Para guru juga akan menyerahkan seluruh operasional sekolah kepada kantor camat sesuai dengan wilayah sekolah masing-masing. Termasuk nasib semua siswa yang ada di sekolah-sekolah tersebut.
"Para siswa akan kami serahkan semua ke kantor camat setempat," jelas Husin Matamim.
Jika aksi mogok proses belajar mengajar ini dilakukan, akan membuat lumpuh pendidikan di Banyuwangi. Namun, para guru mengaku tidak punya pilihan lain lagi, setelah Bupati Ratna dianggap bisu dan tuli mata hatinya, setelah menolak memenuhi tuntutan guru.
Sebelumnya, Senin (22/2/2010) ribuan guru juga menggelar aksi demo di depan kantor bupati. Pada saat itu, para guru menuntut realisasi uang makan Rp 10 ribu per hari, pengangkatan guru bantu, intensif guru honorer dan swasta, perlindungan hukum bagi guru tidak tetap serta kelancaran dana biaya operasional sekolah tidak segera dipenuhi. (fat/fat)










































