''Sebelum dimakamkan, akan dilakukan upacara adat terlebih dahulu. Setelah itu diserahkan ke pihak gereja, kemudian di makamkan,'' kata teman keluarga Buang dari Gereja GPIB Bukit Harapan, Labih Basar kepada detiksurabaya.com, di rumah duka, Senin(22/2/2010).
Dari pantauan detiksurabaya.com, upacara adat itu dimulai sekitar pukul 11.20 WIB. Keluarga Banuarea menyerahkan ulos (selendang) ke keluarga korban. Ulos itu terdapat empat selendang yakni Tiur Banurea-istri dari Buang Manalo, Enda Fransiska Boang Manalo anak ke tiga, dan Suratmo Stefanus Thunna William Boang Manalo-anak terakhir.
Sedangkan sisanya diberikan ke Andi Ivand Markemo Boangmanalu. Selain mendapatkan ulos, kepala Ivand juga ditaburi beras.
''Adat ini sebagai simbolitas tali kasih kepada keluarga korban dan menandakan turut berduka cita dan tetap menyayangi,'' ungkap Saragih keluarga korban.
Saat upacara berlangsung, isak tangis mewarnai pemberian ulos ke jenazah maupun anak korban yang masih selamat. Usai memberikan ulos, setiap perwakilan memberikan sambutan, sebelum diserahkan ke pihak gereja dan dimakamkan di pemakaman Kristen Megare, Sepanjang, Sidoarjo.
Sebelumnya, keluarga Robert M Buang Manalo menjadi korban dalam kecelakaan maut di Dusun Barsari, Desa Gambiran, Kecamatan Prigen, Pasuruan. Saat itu Buang bersama keluarganya naik mobil Xenia.
Buang dan putrinya bernama Nina selamat dalam kejadian itu. Dan saat ini dirawat di RSU dr Soetomo. Buang mengalami geger otak ringan sementara Nina mengalami patah tulang. (roi/wln)











































