Buang pun tidak mengetahui kalau Nina putri pertamanya terluka dalam kejadian itu. Buang dan Nina sama sekali tidak mengetahui kalau keduanya satu rumah sakit. Nina dirawat di kamar 532 sedangkan Buang di kamar 502.
"Sampai saat ini kita sengaja tidak memberitahu istri dan dua anaknya tewas. Kita takut menganggu psikologis Buang," kata keponakan Buang bernama Bunarea saat ditemui di RS Graha Amerta kepada detiksurabaya.com, Senin (22/1/2010).
Buang satu korban yang selamat dalam kejadian itu. Dia bersama istrinya, Tiur, Endah (anak nomor 3) dan Suratno (anak nomor 4) dan Nina (anak nomor 1) menumpang Daihatsu Xenia nopol L 1935 OD. Sopir yang bernama Haris juga tewas.
Sama hal dengan ayahnya, Nina Destiyanti pun tidak mengetahui kondisi ibu dan adiknya. Pihak keluarga tidak mau memberitahukan karena kondisi Nina yang masih belum stabil. Nina mengalami patah tulang dan sebentar lagi akan menjalani operasi.
"Nina saat ini ditangani oleh tim dokter yang berjumlah 7 orang. Nina akan menjalani operasi setelah melewati masa kritis," ungkapnya.
Pantauan detiksurabaya.com, kondisi Buang dan Nina sudah mulai membaik. Keduanya sudah bisa berkomunikasi. Nina dijaga tiga orang kerabatnya sedang Buang dijaga dua orang kerabatnya.
Keluarga Robert M Buang Manalo menjadi korban dalam kecelakaan maut di Dusun Barsari bukan Kembarsari seperti yang diberitakan, Desa Gambiran, Kecamatan Prigen, Pasuruan. Dalam kejadian itu 9 orang tewas di lokasi dan satu meninggal perjalanan ke Malang. Kejadian itu terjadi pada pukul 18.15 WIB, Sabtu (20/2/2010). (wln/wln)










































