Untuk menghindari keresahan yang lebih luas di masyarakat, polisi terus melacak penyebar buku dan CD tersebut.
Bahkan, dari nomor handphone 085225559078, yang tertera di selebaran itu, Kasat Intelkam Polres Sumenep, AKP Endri Prasetyo Utoro, sempat mencoba melakukan komunikasi dengan seseorang yang diduga kuat sebagai penyebar buku tersebut.
Sayangnya, komunikasi yang dilakukan selama 30 detik itu, polisi tidak berhasil mengungkap pelaku. Hanya saja, logat yang digunakan pelaku diketahui bukan orang dari Jawa.
"Logat bahasanya bukan orang Jawa," kata Kasat Intelkam Polres Sumenep, AKP Endri Prasetyo Utoro, pada wartawan di kantornya, Jalan Urip Sumoharjo, Kamis (18/2/2010).
Dalam pembicaraan singkat tersebut, Endri sempat bertanya nama maupun alamat pelaku. Bahkan, saat ditanyakan alasan menyebar buku dan CD yang melecehkan umat Islam, pelaku langsung menutup handphonenya.
CD dan selebaran yang diamankan Polres Sumenep berjudul, 'Siap Membelenggu Tuhan' (penuntun menjadi kaum Imani, yang tidak membelenggu Tuhan) dan 'Jalan (Tauhid) Lurus ke Surga) serta selebaran berjudul 'Selamatkan Diri Dari Dajjal dan Qiamat!'.
Yang sangat mengejutkan lagi, pada salah satu halaman selebaran juga tertulis jika ka'bah itu berhala yang tidak dirobohkan, dan lambang dari kemaluan seorang perempuan. (bdh/bdh)











































