Tuntut Dipekerjakan, Warga Lima Desa Demo Holcim

Tuntut Dipekerjakan, Warga Lima Desa Demo Holcim

- detikNews
Kamis, 18 Feb 2010 11:46 WIB
Tuntut Dipekerjakan, Warga Lima Desa Demo Holcim
Tuban - Warga dari lima desa wilayah Ring I lokasi pabrik semen PT Holcim Indonesia Tbk,
menggelar demo di kantor PT Holcim di Desa Karangasem, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban. Mereka menuntut agar dipekerjakan proyek pembangunan pagar lokasi pabrik.

Warga dari lima desa itu yakni Desa Merkawang, Glondong Gedhe dan Kedung Rejo (di wilayah Kecamatan Tambakboyo), Desa karangasem (kecamatan Jenu) dan Desa Mliwang, Kecamatan Kerek, Tuban, ini juga menuntut aparat desa tidak ikutan-ikutan bermain proyek di Holcim.

Sebab, akibat ulah oknum perangkat tersebut, potensi yang dimiliki warga seperti batu dan pasir untuk dijual ke Holcim menjadi gagal. Itu akibat ulah perangkat yang bermain proyek.

"Kami  datang untuk menagih janji dari PT Holcim, kami menuntut dipekerjakan dalam proyek pembangunan pagar pabrik," tegas salah satu peserta aksi, Suwoto dari Desa Mliwang, dalam orasinya dihadapan puluhan warga di depan kantor PT Holcim di Desa Karangasem, Kecamatan Jenu-Tuban, Kamis (18/2/2010).

Sikap itu mereka tegaskan, sebagai bentuk menagih janji ke PT Holcim. Mereka juga menuntut, upah pekerja sesuai UMR Tuban, termasuk juga harga material untuk kebutuhan proyek yang disuplai warga dihargai sesuai standar yang ditetapkan.

"Kalau hari ini kita tak dapat kepastian tentang tuntutan kami, kami akan menolak keberadaan pabrik Holcim di desa kami. Kami akan menghentikan proyek,” tegas Taufik, salah satu orator aksi dalam orasinya.

Akhirnya disepakati masing-masing desa mengirim 2 perwakilan untuk berunding. Pihak Holcim menyerahkan masalah pemberian pekerjaan itu, kepada PT Timbul Persada, Tuban selaku pemenang tender proyek pembangunan pagar. Proyek pagar sepanjang 3,5 Km itu, berada di wilayah Desa Merkawang, untuk persiapan pendirian kantor pusat pabrik Holcim di Tuban.

Sementara Humas PT Holcim Indonesia, Deni Nuryandain menyatakan, sudah menjadi tekad PT Holcim untuk memprioritaskan warga sekitar untuk bekerja. Terkait dengan proyek pembangunan pagar ini, akan ditata bersama rekanan yang memenangkan tender.

"Kami minta pihak rekanan agar menyelesaikan masalah ini dalam sehari. Prinsip kami warga sekitar harus diprioritaskan dalam pekerjaan," tegas Deni Nuryandain saat ditemui di kantor setempat.

Apalagi diperkirakan, untuk proyek ini membutuhkan tenaga kerja kontruksi sekitar 200 orang. "Biar kebutuhan ini dibagi rata dengan warga dari desa-desa sekitar. Kami serahkan sepenuhnya pembagian warga kepada rekanan," tegas Deni Nuryandain.

Hingga pukul 11.30 WIB, masih berlangsung perundingan antara PT Holcim, PT Timbul Perkasa dan perwakilan warga di salah satu ruang kantor PT Holcim. Perundingan yang dikawal aparat dari Polres Tuban berlangsung alot. (fat/fat)
Berita Terkait