Salah satu keluarga pasien bernama Khusnul Umur (27) mengaku dirinya kehilangan 3 buah HP. Saudaranya yang lain juga kehilangan 3 HP. "HP saya tiba-tiba raib, padahal saya taruh dalam tas dan ditinggal melihat istri ke dalam dan itu-pun hanya 5 menit," kata Khusnul di depan ruang rawat inap Anggrek, Selasa (16/2/2010).
Keresahan diungkapkan Solehati (45) asal Desa Dawuhan Lor, Kecamatan Sukodono. Solehati yang menunggu kerabatnya dirawat di ruang perawatan kelas I mengaku sering mendengar banyaknya pencurian yang berkeliaran. Pencuri itu mengambil HP dan pakaian dari pasien ataupun penunggu.
"Menurut Pak Satpam di sini kerap terjadi pencurian HP dan pakaian milik pasien dan penunggu orang sakit," ungkapnya.
Menurutnya hampir tiap hari ada kasus pencurian di rumah sakit. Aksi pencurian ini tak hanya menimpa di kamar kelas tiga atau kamar kelas 2 tapi di kelas VIP juga sering kehilangan. "Katanya hampir disemua ruangan," tuturnya.
Direktur RSUD dr Haryoto, dr Triworo Setyowati membantah kalau pengamanan di rumah sakit kurang. Pihaknya kata Triworo sudah berupaya menekan angka kriminalitas pencurian di rumah sakit. Seperti pemberlakukan satu pintu ke luar atau masuk pada malam hari, pembatasan jam besuk serta pemberian pamflet peringatan.
"Penyebab raibnya barang berharga milik pasien dan penunggu pasien disebabkan keteledoran pasien sendiri atau kepintar si pencuri," tandasnya.
(wln/wln)











































