Keputusan tersebut dihasilkan dalam pertemuan bersama antara manajemen, pelatih dan official Persik di Rumah Makan Kebon Kota di Jalan Hayam Wuruk Kota Kediri, Senin (15/2/2010) malam.
"Ya, secara resmi dan terhitung mulai hari ini manajemen menunjuk saya untuk menjadi pelatih. Untuk coach Gusnul Yakin, selanjutnya berpindah menjadi direktur teknik dan akan tetap ada di Persik," ungkap Agus, saat ditemui wartawan seusai pertemuan.
Nama Agus Yuwono di kancah persepakbolaan Indonesia, terutama di kursi kepelatihan memang belum banyak dikenal. Selama ini lelaki berusia 39 tahun tersebut berposisi sebagai assiten pelatih dari Gusnul Yakin, dan sebelumnya posisi yang sama juga didudukinya di sejumlah klub. Diantaranya di Arema Indonesia pada tahun 2000, di Persema Malang pada tahun 2004 - 2007, dan di Persela Lamongan pada tahun 2007- 2009 awal.
"Untuk bisa menjadi pelatih di ISL, Alhamdulillah saya sudah mengikuti kursus kepelatihan dan lulus dengan licensi A AFC tahun 2004 silam," ujar Agus.
Ditanya mengenai kesiapannya mengangkat kembali prestasi Persik, lelaki bertubuh tambun tersebut mengaku sangat siap. Bahkan dia juga mengaku sudah mempersiapkan sejumlah perubahan di tubuh tim, sebagai bentuk penyegaran untuk bisa mendapatkan hasil akhir yang lebih baik. "Sedikit banyak perubahan pasti ada, tapi tentunya tidak bisa frontal. Perlahan-lahan saya akan lakukan sesuai dengan kemampuan dan strategi yang saya sudah siapkan," jelasnya.
Terkait kondisi Persik saat ini, diakui tak lepas adanya keterpurukan mental pemain. Berdasarkan analisa yang dilakukannya, Agus menyebut padatnya jadwal latihan tak seimbang dengan frekuensi pertandingan hingga berujung pada tingkat kejenuhan yang tinggi.
"Saya menyebutnya over load dan over use. Indikasinya jelas, banyak pemain yang cedera dan puncaknya saat pertandingan mereka tidak maksimal. Hanya 25 menit awal saja panas, selanjutnya dingin," beber Agus.
Dari pengamatan dan pengalaman yang dimilikinya, Agus kembali menekankan adanya perubahan di tubuh Persik. Menurutnya di kompetisi yang padat seperti ISL, jadwal latihan tidak harus padat, melainkan tepat guna.
"Apa yang menjadi harapan saya, tentu juga harapan manajemen dan seluruh elemen di Persik termasuk suporter. Semoga keberadaan saya sebagai pelatih bisa menjadi awal kebangkitan tim ini," pungkas Agus.
Terpisah Direktur Tehnik Persik Gusnul Yakin mengaku legowo dengan keputusan manajemen. Dia bahkan mengaku akan terus mensuport Persik agar bisa kembali bangkit. "Dimanapun tempatnya sama saja. Selama saya masih di tubuh Persik, berarti saya juga harus mensuportnya untuk bisa mendapatkan prestasi terbaik," tegasnya.
Dalam lanjutan ISL, usai dikalahkan Sriwijaya FC dengan skor 0-1, Persik akan menantang 2 tim asal Malang, masing-masing Arema Indonesia dan Persema. Di putaran pertama Persik berhasil menekuk Persema dengan skor 2-1, namun juga dipermalukan Arema dengan skor 0 -1, melalui laga usiran di Stadion Surajaya Lamongan.
(fat/fat)











































