Hal itu dilakukan sebab sewaktu-waktu bisa terjadi banjir lahar dingin yang membawa material vulkanik semeru. Khususnya warga yang bermukim di sekitar aliran sungai lahar Semeru dan yang beraktivitas di Sungai Besuk Sat, Besuk Kobokan dan Besuk Bang.
"Jika hujan mengguyur puncak Semeru selama 4 jam, dipastikan lahar dingin akan datang," kata Sekretaris Satlak PB Pemkab Lumajang Wisu Wasono, saat ditemui di kantornya Bakesbangpol, Senin (15/2/2010).
Menurut Wisu, sejak awal 2010 sudah ada 11 kejadian lahar dingin Semeru dengan ketinggian 1,5 meter terjadi. Meski begitu kejadian ini tidak menimbulkan korban jiwa. "Pokoknya lahar dingin Semeru akan terjadi selama musim penghujan," ungkapnya.
Sementara pencari pasir Gunung Semeru di Aliran Sungai Besuk Sat, Sutaji saat ditemui mengaku selama musim hujan saat in dirinya dan sesama pencari pasir lainnya selalu waspada adanya banjir lahar dingin semeru.
"Pokoknya mas, kalau puncak Semeru diselimuti awan pekat dan air sungai berwarna keruh, kami pasti menghentikan aktivitas menambang pasir. Sebab khawatir lahar dingin datang," ungkapnya.
(fat/fat)











































