Penemuan tersebut terjadi pada Jumat (12/2/2010) sekitar pukul 11.30 WIB oleh Rudi (33), warga sekitar yang berprofesi sebagai penambang pasir tradisional. Proses penemuannya diakui secara tak sengaja, di sela aktifitas penambangan pasir dengan cara menyelam.
"Awalnya saya nggak tahu akalu ada pelurunya, karena setelah nyelam timba ya saya angkat gitu aja. Tapi setelah pasir saya tumpahkan baru ketahuan ternyata ada 2 peluru ini," ungkap Rudi, kepada wartawan yang menemuinya di lokasi kejadian.
Pantauan detiksurabaya.com menunjukkan, 2 amunisi tersebut memiliki bentuk dan ukuran berbeda. 1 jenis berbentuk mirip granat nanas, dengan diameter sekitar 10 centimeter dan panjang sekitar 15 centimeter. Sedangkan 1 jenis lainnya menyerupai peluru pesawat tempur dengan diameter sekitar 10 centimeter dan panjang mencapai 25 centimeter. Keduanya ditemukan dalam kondisi berkarat.
Kapolsek Mojoroto AKP Budi Nariyanto, saat dikonfirmasi mengenai penemuan amunisi tersebut mengaku sudah berkoordinasi dengan Tim Penjinak Bom dari Satuan Brimob Kompi C Polda Jatim. Hal ini dilakukan setelah kedua amunisi tersebut diduga masih dalam kondisi aktif dengan daya ledak yang cukup besar.
"Protapnya memang demikian, dan dalam penemuan ini sementara kami hanya bertugas mengamankan lokasi. Untuk lebih lanjutnya, termasuk pemeriksaan amunisi akan menjadi tugas teman-teman di Satuan Brimob," tegas Budi.
Ditanya mengenai asal muasal 2 amunisi tersebut, Budi memperkirakannya sebagai peninggalan PD II tahun 1945 silam. "Di sekitar sini sudah berulang kali ditemukan amunisi serupa, dan dari hasil penelitian keseluruhannya memang peninggalan Perang Dunia kedua. Jadi tidak menutup kemungkinan yang ini juga," imbuhnya.
Penemuan 2 amunisi tersebut tak pelak mengundang datangnya masyarakat untuk menyaksikannya. Meski kedua amunisi telah diamankan dengan garis polisi, tak sedikit diantara mereka yang memberanikan diri untuk menyentuhnya dengan alasan penasaran. (bdh/bdh)










































