Liga Mulai Usut Insiden Kediri

Liga Mulai Usut Insiden Kediri

- detikNews
Kamis, 11 Feb 2010 13:08 WIB
Kediri - Kerusuhan penonton di Kediri yang menewaskan seorang suporter mulai diusut. Perwakilan PT. Liga Indonesia telah dikirim ke kota markas Persik tersebut untuk mencari fakta sebelum menjatuhkan sanksi.

Dalam kegiatan pencarian fakta yang dilakukan hari Kamis (11/2/2010), dua staf PT. Liga Indonesia menemui sejumlah pihak, di antaranya Panitia Pelaksana Pertandingan Persik versus Persib, aparat kepolisian dan tim dokter RSUD Gambiran yang melakukan visum terhadap korban meninggal.

"Kami hanya ditugaskan mencari fakta. Pemberian sanksi wewenang Komisi Disiplin PSSI yang mungkin akan menggunakan bahan dari apa yang kami lakukan saat ini," ujar Scurity Adviser PT. Liga Indonesia, Nugroho Setiawan, saat ditemui detiksurabaya.com di Kantor Sekretariat Persik, Jalan Hasanudin No.7 Kota Kediri.

Ditanya mengenai hasil yang didapatkannya, Nugroho mengaku belum dapat menyimpulkan karena masih baru memulai kegiatannya. Meski demikian dia dapat mengindikasikan adanya sejumlah kelalaian di pihak Panpel.

"Yang pertama jelas mereka tidak bisa memprediski kapasitas stadion dan keputusan pemberian diskon pada harga tiket. Yang kedua, apabila dari pemberian diskon diperkirakan akan terjadi kedatangan suporter dalam jumlah besar, harusnya ada keputusan pemasangan giant scren di luar lapangan," jelas Nugroho.

Kedatangan tim dari liga tidak dipermasalahkan ketua Panpel Bambang Sumarjono. "Sepenuhnya kami siap jika memang akan dan sanksi. Semua Panpel saya pikir sama, termasuk mengenai risiko yang ditanggungnya," tukasnya.

Secara terpisah Kapolresta Kediri AKBP. Rastra Gunawan mengaku sudah melakukan evaluasi seputar terjadinya kerusuhan tersebut. Hasilnya, Panpel dianggap lalai dalam menjalankan tugasnya.

"Dalam Panpel 'kan ada seksi keamanan yang seharusnya juga harus bekerja, dan dalam kejadian kemarin itu sama sekali tidak tampak," kata Rastra saat ditemui di Mapolresta Kediri.

Rastra juga mengaku belum memutuskan apakah akan mengizinkan laga Persik melawan Sriwijaya FC, yang dijadwalkan dilaksanakan pada Sabtu, 13 Februari. Kepolisian diakui masih menunggu komitmen Panpel atas kesanggupan melaksanakan pengamanan secara bersama-sama.

"Itu yang kami tekankan. Kalau memang tidak bisa dilakukan, H-1 pun kami masih memiliki hak untuk tidak memberikan ijin," pungkasnya.

Pertandingan Persik melawan Persib yang dilaksanakan Selasa (9/2/2010) diwarnai kericuhan. Akibatnya, selain berujung pada jatuhnya satu korban jiwa, satu suporter lain juga mengalami luka dan infrastruktur Stadion Brawijaya banyak yang rusak.

(/bdh)
Berita Terkait