Warga Pamekasan kembali Segel Sekolah Dasar

Warga Pamekasan kembali Segel Sekolah Dasar

- detikNews
Rabu, 10 Feb 2010 10:51 WIB
Pamekasan - Penyegelan sekolah oleh warga sekitar kembali dilakukan. Jika sebelumnya warga Desa Tebul Timur menyegel SDN 2 Tebul Timur, Kecamatan Pagentenan, Pamekasan, kini giliran SDN 1 Batu Kalangan, Kecamatan Proppo disegel.

Penyegelan SDN 1 Batu Kalangan, dilakukan Rabu (10/2/2010) pukul 06.00 WIB. Pelakunya adalah keluarga besar mendiang Solihin, yang dikoordinir Mukit (38), cucu Solikin. Mereka menutup pintu masuk sekolah dengan palang bambu.

Akibatnya, sebanyak 11 orang guru dan 188 siswa SDN 1 Batu Kalangan tidak bisa masuk ke ruang kelasnya masing-masing. Kegiatan belajar mengajar terpaksa dipindahkan ke teras rumah Romlah (56), yang berhadapan dengan sekolah.

"Pemerintah telah membohongi keluarga besar kami. Uang ganti rugi yang djanjikan sejak sekolah dibangun tahun 1972 sampai sekarang belum dibayar," sesal Mukit yang ditemui di rumahnya, Rabu (10/2/2010).

Menurut Mukit, dirinya pernah menagih uang ganti rugi milik kakeknya itu ke kantor Dinas Pendidikan Pamekasan. Namun, uang ganti rugi untuk tanah seluas 1.800 meter itu malah nilainya diturunkan dari Rp 35 juta menjadi hanya Rp 7 juta.

Terakhir, utusan Dinas Pendidikan Pamekasan mendatangi Mukit dan menawarkan uang ganti rugi Rp 10 juta. Menurut Mukit, utusan Dinas Pendidikan itu datang hari Senin (8/2/2010) lalu.
Kecewa dengan tawaran uang ganti rugi, akhirnya Mukit mengajak seluruh saudaranya untuk menyegel sekolah. Mereka menyegel sekolah Rabu (10/2/2010) tepat jam 06.00 WIB.

Kepala Sekolah SDN 1 Batu Kalangan, Abdul Halim langsung mengabari Dinas Pendidikan Pamekasan terkait penyegelan sekolahnya. "Saya tidak mengetahui penyebab penyegelan. Sebab, saya baru tiga tahun menjabat kepala sekolah," jelas Abdul Halim.

Secara terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Pamekasan, Ahmad Hidayat mengaku pihaknya akan melakukan koordinasi dengan petugas keamanan setempat. "Kasihan murid dan gurunya tak bisa melakukan kegiatan belajar mengajar dengan tenang," kata Hidayat.

Ahmad Hidayat berjanji akan memanggil ahli waris tanah lokasi SDN 1 Batu Kalangan untuk berembug tentang nilai ganti rugi yang saling menguntungkan kedua belah pihak. Sementara itu kegiatan belajar mengajar SDN 1 Batu Kalangan akhirnya dipercepat. Seluruh siswa akhrinya dipulangkan jam 09.30 WIB.

(fat/fat)
Berita Terkait