Ramdan Jalani Transplantasi Hati dari Ibunya

Ramdan Jalani Transplantasi Hati dari Ibunya

- detikNews
Senin, 08 Feb 2010 15:39 WIB
Ramdan Jalani Transplantasi Hati dari Ibunya
Trenggalek - Mengetahui anaknya mengalami kelainan hati atau sirosis billier, pasangan Bambang Sutondo Winarto (52) dan Sulistyowati (43), warga Desa/Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek, sangat terpukul. Apapun cara pengobatan rela dilakukan, termasuk mendonorkan organ hati yang dimiliki.

Keputusan mendonorkan organ hati tersebut menjadi pilihan bersama antara Bambang dan Sulistyowati, istrinya. Hal itu demi kesembuhan Ramdan Aldil Saputra, anak semata wayangnya yang saat ini menginjak usia 3 tahun 4 bulan.

"Sebenarnya kami maju bersama, sama-sama mau mendonorkan hati. Tapi saat di Surabaya kemarin, kami diperiksa dan yang hatinya paling baik ibunya," ujar Bambang, saat ditemui detiksurabaya.com di rumahnya, Senin (8/2/2010).

Keputusan mendonorkan hati tersebut diakui sudah bulat, tanpa memiliki perasaan takut akan mengalami gangguan kesehatan. Dari serangkaian konsultasi dan pemeriksaan anaknya ke RSU dr Soetomo, wanita yang sehari-hari menjadi guru di SDN 1 Gandusari mengaku sudah banyak mendapat motivasi untuk donor.

"Kata dokter nggak apa-apa. Baik anaknya atau saya yang nanti mendonorkan hati, bisa  epat pulih sesuai awalnya, karena liver saya yang dipotong bisa tumbuh lagi," ujar Sulistyowati.

Saat ditanya tindakan medis yang akan dilakukan terhadap anaknya, baik Bambang maupun Sulistyowati mengaku kurang mengetahui. Meski begitu, keduanya bisa sedikit menceritakan rencana operasi transpalansi hati yang akan dijalani anaknya, yakni pemotongan saluran halus di sekitar usus buntu dan akan disambung kembali dengan ujung saluran empedu dari liver pendonor.

"Ringkasnya begitu dan rencananya Maret nanti anak kami dioperasi. Ya mohon doanya saja, semoag bisa lancar dan anak kami bisa kembali sehat," harap Sulistyowati.

Sebelumnya, Ramdan Aldil, balita berusia 3 tahun 4 bulan dipastikan menderita gangguan hati atau sirosis billier. Akibatnya, selain memiliki pertumbuhan fisik yang berbeda dengan anak seusianya, dia juga belum bisa memfungsikan kakinya untuk berjalan. (fat/fat)
Berita Terkait