"Kami ingin mencoba lagi untuk mencari kesembuhan Eka," ujar Solihin kepada detiksurabaya.com di RSUD Kanjuruhan Jalan Panji, Kepanjen.
Menurut Direktur RSUD Kanjuruhan dr Lina Julianty, bahwa sesuai diagnosa dokter, Eka Putra mengalami kelainan pada saluran empedu hingga mengakibatkan empedu, hati dan ginjalnya tidak berfungsi normal.
"Karena saluran empedu ada kelainan membuat empedu, hati dan ginjalnya tidak berfungsi normal," kata Lina saat ditemui di ruang kerjanya.
Lina menegaskan, pihaknya hanya satu hari memberikan penanganan kepada Eka. Esok
hari Eka harus segera dirujuk ke RSU Dr Saiful Anwar (RSSA) Malang. Karena kondisi Eka saat ini sudah semakin memburuk, hal itu bisa dilihat dari kondisi tubuh Eka telah menguning.
"Lihat saja matanya, kulit sudah menguning. Itu bisa diartikan hati dan ginjalnya tidak berfungsi normal. Kami hanya bisa satu hari ini saja menahan Eka di sini, besok pagi sudah kami rujuk ke RSSA, " ujarnya.
Lina menambahkan, kasus yang dialami Eka hampir mirip dengan kasus yang dialami oleh
Bilqis Anindya Passa (17 bulan), yakni adanya kelainan pada fungsi hati. Namun, untuk Eka baru terdiagnosa adanya kelainan saluran empedu. Eka sendiri harus melalui uji diagnosa untuk menentukan apakah perlu dilakukan pembedahan.
"Kalau masalah sembuh atau dilakukan pembedahan itu harus melalui diagnosa lagi. Dan itu harus dilakukan kepada ahlinya. Sementara di sini tidak mempunyai tenaga ahli seperti itu," ungkapnya.
Dia menyarankan kepada kedua orang tua Eka untuk mengurus keterangan miskin, agar nantinya akan mendapatkan keringanan biaya. "Setelah dirujuk ke RSSA Malang, kami juga akan meminta segera dirujuk ke RSU dr Soetomo Surabaya. Karena di sana banyak tenaga ahli untuk kasus seperti ini," tambahnya.
Secara terpisah Wakil Ketua DPRD Kabupaten Malang H. Muhammad Sanusi ikut mengantar orang tua Eka ke RSUD Kanjuruhan menuturkan, kasus seperti Eka ini harus mendapatkan perhatian. Karena kasus seperti itu sangat langka.
"Harus ada kepedulian penuh, makanya kami membawa Eka ke sini (RSUD Kanjuruhan),"
tegas politisi dari PKB.
Seperti diberitakan, tak hanya Bilqis Anindya Passa (17 bulan) dan Ramdan Aldil Saputra (3) saja yang mengalami kelainan fungsi hati atau sirosis billier. Eka Putra Prasetya (18 bulan) diduga mengalami hal yang sama.
Putra pertama pasangan Solihin (39) dan Sunarnik (27) warga Jalan KH Agus Salim, Desa Clumprit, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang ini divonis dokter mengalami penyakit langka pada bagian empedunya sejak usia 3 bulan.
(fat/fat)











































