Rumah Yuliantiningsih (36), seorang janda hancur. Tabung meledak diduga karena mengalami kebocoran dan terjadi pada Kamis (4/2/2010) dini hari.
Akibat ledakan itu korban mengalami luka bakar serius di sekujur tubuhnya. Hingga harus mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Dr Saiful Anwar Malang. atap rumah hancur dan hampir seluruh bagian rumah atap bersama genting jebol. Kaca jendela rumah hancur akibat efek dari ledakan itu.
Kejadian itu menggemparkan warga sekitar. Namun, aparat kepolisian setempat baru mendapatkan laporan kejadian ini pada Kamis siang. "Kami baru dapat laporan siang ini. Tabung meledak diduga akibat mengalami kebocoran," kata Kapolsek Singosari, AKP Agus Guntoro kepada detiksurabaya.com di lokasi kejadian.
Polisi kemudian mengamankan tabung gas 3 kilogram milik korban. Selain itu juga meminta keterangan kepada sejumlah saksi.
Menurut Siti Aminah (46), kakak kandung korban menuturkan, bahwa dini hari itu adik kandungnya hendak membuat teh hangat. Tujuannya untuk menghangatkan badan karena terserang influenza.
"Namun ketika menyalakan kompor langsung meledak," ungkap Siti yang mengira ledakan itu adalah bom.
Warga berada di sekitar lokasi kejadian, lanjut Siti, langsung berhamburan menuju rumah korban untuk memberikan pertolongan. Siti menambahkan, setiap harinya korban tinggal bersama orang tuannya yakni Hj Ni'ayah (70), serta anak perempuannya bernama Alda kini duduk di bangku kelas I SMP tersebut. "Adik saya sudah lama menjanda," tuturnya.
Upaya untuk memperbaiki kondisi rumah korban yang porak-poranda akibat ledakan tabung 3 kilogram masih dilakukan dengan gotong royong. Ditaksir akibat kejadian ini korban mengalami kerugian sebesar Rp 30 juta.
(wln/wln)











































