Massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli (AMP) SDA ini berlangsung di depan areal taman kota dan berlanjut ke depan kantor DPRD Sumenep. Mereka membawa poster yang bertuliskan kecaman dan penolakan terhadap eksplorasi migas yang sudah berlangsung.
Koorlap aksi AMP SDA Sumenep, Miftahuddin Hasan mengatakan, warga Sumenep sampai saat ini menolak eksplorasi migas seiring dengan banyaknya korban yang terjadi di mana-mana.
"Aktivitas eksplorasi migas selalu membawa bencana di mana-mana. Sebelum terjadi korban lebih banyak, warga Sumenep menolak kegiatan migas," kata Korlap Aksi Miftahuddin, dalam orasinya di depan kantor DPRD setempat, Jalan Trunojoyo, Kamis (4/2/2010).
Massa mendesak SPE Petrolium menghentikan aktivitasnya di daerah Guluk-Guluk dan Pragaan yang sempat terjadi bentrok dengan warga setempat. "Jika aktivitas Petrolium itu tetap berlangsung maka akan ada korban lebih besar," ungkapnya.
5 orang perwakilan mereka diterima Komisi B DPRD setempat. Sementara, pengunjuk rasa yang lain terus berorasi di depan kantor dewan.Mereka mengancam akan menggelar aksi lebih besar bila DPRD tidak memperhatikan aspirasinya.
(wln/wln)











































