Pencabulan itu diperkirakan terjadi pada Senin (1/2/2010) malam. Saat itu Ninis pamit pada orangtuanya pergi ke warnet. Hingga pukul 22.30 WIB, Ninis tak kunjung kembali. Khawatir, Abdul Gani ayah kandung Ninis mendatangi warnet tapi tak menemui putrinya di tempat itu.
Abdul Gani kemudian meminta saudaranya yang bernama Tayib diminta mencari anaknya. Tayib kemudian ikut mencari dan melihat Ninis dibonceng oleh pria yang tak dikenal. Tayib tak sempat menanyakan siapa nama laki-laki yang mengantar Ninis karena dia sibuk mengurus Ninis yang pingsan.
Mengetahui anaknya pingsan, Abdul Gani kemudian melaporkan ke polisi. Dia menduga anaknya menjadi korban pencabulan.
"Tayib tidak sempat tanya ke pria yang membawa anak saya, dia langsung membawanya ke rumah, satu-satunya yang tahu dengan identitasnya ya anak saya," kata Abdul Gani kepada detiksurabaya.com di kantor polisi, Selasa (2/2/2010).
Saat ini kasus dugaan pencabulan itu diselidiki oleh Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). Dihadapan penyidik, Ninis mengaku kalau dirinya diajak pergi oleh teman prianya. Namun setelah itu dia tidak tahu kejadian yang menimpanya. Nama teman pria Ninis sudah dikantongi oleh penyidik dan saat ini dikejar.
"Yang jelas hasil visumnya masih belum kita ketahui, korban juga mengaku tidak tahu dirinya diperlakukan seperti apa, yang jelas dia ditemukan keluarganya dalam kondisi pingsan," ungkap Kasat Reskrim Polres Situbondo, AKP Sunarto.
(wln/wln)











































