"Kami tetap lakukan impor sapi tahun ini sebesar 26 persen, semua itu untuk memenuhi kebutuhan daging sapi terus meningkat," ujar Menteri Pertanian Suswono saat melaunching Kredit Usaha Pembibitan Sapi (KUPS) di Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Senin (1/2/2010).
Menurut Suswono, kebutuhan sapi impor tahun ini mencapai 630 ribu ekor, dan kesemuanya akan diimpor dari Australia.
Sementara ternak sapi lokal sendiri, lanjut Suswono, hanya mampu memenuhi kebutuhan sekitar 60 persen lebih dari jumlah masyarakat di tanah air yang saat ini diperkirakan berjumlah 229 juta jiwa.
"Khusus sapi impor kami mendatangkan sapi bakalan yang nantinya akan dipotong dalam jangka waktu 2 sampai 3 bulan mendatang," jelasnya.
Suswono menambahkan, pemerintah sendiri berupaya untuk mencapai target swasembada daging sapi di tahun 2014 nanti. Sebagai penunjang penekanan pengembangbiakkan sapi terus dilakukan melalui inseminasi.
"Pada 2014 target kita sudah swasembada daging sapi, makanya impor sapi terus kita lakukan," jelasnya.
Dia menerangkan, tingkat konsumsi daging sapi masyarakat Indonesia masih lebih kecil daripada masyarakat di negara lain di kawasan Asia Tenggara.
Contohnya saja, Malaysia setidaknya 30 kilogram per daging sapi dibutuhkan per kapita dalam satu tahunnya. "Di negara kita hanya 7 kilogram saja per kapita dalam satu tahun, sangat tertinggal jauh," ujarnya.
(bdh/bdh)











































