Tidak ada korban jiwa, namun akibat musibah itu kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.
Kejadian itu pertama kali diketahui seorang anggota polisi yang sedang piket. Mengetahui munculnya asap disusul kobaran api, personel polisi itu langsung membangunkan pemilik rumah.
Selang beberapa menit kemudian, 2 unit mobil pemadam kebakaran juga didatangkan ke lokasi. Hanya saja, lantaran kobaran api cukup besar sebagian isi kios tak dapat diselamatkan.
"Jam 4 saya dan istri saya sempat keluar rumah tapi nggak ada tanda apa-apa. Setengah jam kemudian kami dibangunkan anggota polisi. Ternyata kios saya sudah habis terbakar," ujar Bundihari (40), pemilik kios ditemui detiksurabaya.com di lokasi kejadian.
Selain menghanguskan bagian atap dan perabotan kayu api juga melalap rolling door, kulkas dan mesin hitung. Selain itu sebuah sepeda motor yang terparkir di dalam kios hanya tinggal rangka. Bahkan, uang tunai Rp 2.800.000 yang berada di dalam laci ikut hangus.
Bundihari menjelaskan, kios itu sendiri telah lama dikontrak pengusaha asal Ponorogo. Saat peristiwa terjadi, kios dalam kondisi kosong dan terkunci.
"Awalnya saya berusaha membuka pintu tapi terkunci. Akhirnya saya dobrak," imbuh dia.
Hingga pukul 09.20 WIB, aparat kepolisian masih melakukan olah TKP. Petugas juga memasang police line di sekitar lokasi kejadian.
(bdh/bdh)











































