"Kalau melihat bentuk tubuhnya, kira-kira usia 30-an dan berjenis perempuan. Untuk luka di mana, saya tidak bisa memastikan sebab saya tak berani melihat dekat," kata Riyantono (37), warga yang menemukan mayat itu kepada detiksurabaya.com di lokasi, Rabu (27/1/2010).
Menurut Riyantono, saat itu dirinya hendak buang air besar di Sungai Kemlagi. Tanpa sadar dirinya mencium bau tak sedap. Setelah dicari, Riyantono menemukan sesosok perempuan yang tengkurap di pinggir sungai. "Saya takut sekali," tutur Riyantono.
Saat ditemukan, mayat wanita itu tanpa mengenakan pakaian. Meski belum bisa dipastikan penyebab tewasnya wanita itu, namun warga menduga itu adalah korban pembunuhan. "Mayatnya belum busuk, sekitar seminggu," ujar Riyantono menduga.
Temuan itu lalu dilaporkan ke polisi danĀ dievakuasi ke kamar mayat RSUD Raden Ahmad Basuni, di Jalan Raya Gedeg. Untuk memastikan tewasnya perempuan itu, unit identifikasi Polres Mojokerto didatangkan.
"Kami belum bisa memastikan penyebab tewasnya perempuan itu, karena masih menunggu hasil otopsi dan identifikasi. Soal kemungkinan adanya mutilasi, kami belum bisa memastikan," ungkap Kapolsek Kemlagi, AKP Subagi kepada wartawan.
Subagi menduga mayat itu terseret arus sungai dari kawasan lain, karena warga di sekitar lokasi temuan, tidak ada yang kehilangan anggota keluarga. "Jika ada yang kehilangan keluarga, harap segera menghubungi polisi," harapnya.
(wln/wln)











































