Bahkan barang-barang jualan seperti kelapa, mentimun, jeruk dan sayur-sayuran lainnya dirampas dan tidak dikembalikan. Para PKL dari berbagai desa tersebut mengalami kerugian ratusan ribu rupiah.
Salah seorang PKL Pasar Anom Sumenep, Surinah (40), warga Desa Mandala, Rubaru, Sumenep mengatakan, perampasan barang-barang PKL dilakukan siang dan malam hari.
"Barang jualasan saya yang semuanya buah-buahan diambil malam hari. Alias dicuri oleh petugas pasar," kata Surinah kepada wartawan di depan kantor DPRD Sumenep, Jalan Trunojoyo, Kamis (21/1/2010).
Mereka juga merasa dikhianati, sebab setiap hari tetap ditarik karcis dari Rp 500 sampai Rp1.000. Untuk itu, mereka menilai pengelola pasar tidak adil karena tidak pernah memperhatikan kenyamanan PKL. Puas berorasi, 5 perwakilan PKL tersebut diterima anggota DPRD Sumenep.
(fat/fat)










































