'Terima Kasih Aremania'

'Terima Kasih Aremania'

- detikNews
Kamis, 21 Jan 2010 00:08 WIB
Terima Kasih Aremania
Lamongan - Kemenangan Arema Malang atas Persik Kediri membuat girang sang pelatih, Robert Alberts. Pria berkebangsaan Belanda tersebut menganggap kemenangan timnya ditentukan oleh dua hal, yaitu permainan gemilang pemain dan dukungan suporter yang rela datang jauh-jauh dari Malang ke Lamongan.

Hal tersebut diungkapkan assisten pelatih Arema Lestiadi dalam terjemahannya atas pernyataan Alberts . Menurutnya, permainan anak asuhnya tidak serasa sebagai tim tamu, setelah lebih dari 10 ribu Aremania bersedia datang untuk memberikan dukungan.

"Tak lupa saya juga ingin ucapkan terima kasih kepada suporter dan kemenangan ini saya hadiahkan untuk mereka yang bersedia datang kesini, tentunya dengan segala risiko yang mereka tanggung. Luar biasa dukungan mereka, sehingga pemain bisa menunjukkan permainan terbaiknya," ungkap Lestiadi, Rabu (20/1/2010).

Lestiadi menambahkan, kemenangan timnya juga merupakan hasil kerja keras pemain. Dia menganggap, kekalahan atas Persebaya Surabaya sudah dilupakan anak asuhnya, yang ditunjukkan dengan permainan lepas dalam pertandingan melawan Persik.

"Pertandingan melawan Persebaya adalah sesuatu yang berat dan pemain sudah bisa melupakannya. Dan yang tak kalah penting, banyak pengalaman yang kami dapatkan dalam pertandingan itu untuk bisa kami terapkan dalam pertandingan sore hari ini," imbuh Lestiadi.

Ditanya mengenai terpecahkannya rekor kekalahan Arema melawan Persik yang terus terjadi sejak yahun 2004 silam, Lestiadi menganggapnya juga atas kerja keras pemain. "Jika memang anak-anak bisa bermain konsisten, bukan tidak mungkin giliran kami yang bisa membuat rekor," ujarnya.

Sementara pelatih Persik, Gusnul Yakin, menganggap kekalahan timnya bukan akibat buruknya permainan, melainkan hanya karena ketidakberuntungan.

"Bola dari Achmad Bustomi sebenarnya tidak mengarah ke gawang. Tapi saya acungi fighting spirit Noh Alamsyah bisa membuatnya menciptakan gol, meski pengawalan ketat sudah dilakukan pemain saya," ungkap Gusnul.

Ditanya mengenai faktor non teknis atas runtuhnya mental pemain karena bertindak sebagai tuan rumah diluar kandang, Gusnul enggan banyak membarikan banyak komentar. "Memang kami rugi, tapi itu tidak menjadi satu-satunya faktor penyebab kekalahan kami," tuturnya.

Gusnul juga berharap kekalahan tersebut bisa dengan cepat dilupakan anak asuhnya, dan kembali bangkit dalam pertandingan selanjutnya. Persik dijadwalkan melakukan 3 tur maut di sisa putaran pertama ISL 2009/2010.

Tiga laga yang dimaksuda adalah bertandang ke Stadion Jakabaring menantang Sriwijaya FC pada tanggal 23 Januari, menantang Persib Bandung di Stadion Jalak Harupat pada tanggal 26 Januari, dan menjalani laga tunda melawan tuan rumah Persitara Jakarta Utara pada tanggal 31 Januari.

(a2s/bdh)
Berita Terkait