Pasalnya, masyarakat Situbondo dikenal keras dan fanatik, dan bisa marah, jika Nabi Muhammad SAW dihina.
"Kalau memang ajaran itu sesat harus diwaspadai agar tidak meresahkan masyarakat. Kalau ajaran itu juga menghina nabi, harus ditertibkan," kata Ketua PWNU Jawa Timur, KH Mutawakil Allallah saat dihubungi detiksurabaya.com, Selasa (19/1/2010).
Mutawakil mengatakan, aparat diminta bertindak tegas dan menutup aliran tersebut, agar masyarakat Situbondo yang dikenal fanatik dan keras tindak bertindak anarkis menutup aliran tersebut.
"Kalau sudah tahu, segera ditertibkan atau diamankan. Kalau tidak ada tindakan, masyarakat logis bertindak sendiri. Dan jangan sampai masyarakat bertindak sendiri agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," tuturnya.
Ia menambahkan, NU juga akan menyelidiki aliran sesat tersebut. Pihak akan memerintahkan PCNU Situbondo untuk mengklarifikasi kebenaran aliran tersebut dan meminta melaporkannya ke aparat terkait untuk dilakukan penindakan.
"Kita tidak bisa bertindak sendiri. Kita akan melaporkan ke aparat terkait dan kalau melanggar kita minta ditertibkan," jelasnya.
(bdh/bdh)










































