Menurut salah satu murid, Safik, teman-temannya kesurupan ketika membaca surat Al-Maidah bersama-sama. "Tiba-tiba banyak yang berteriak dan pingsan," kata Safik.
Awalnya, ujar Safik, hanya satu orang yang histeris. Namun beberapa saat kemudian disusul teman-temannya yang lain.
Peristiwa kesuprupan ini membuat panik seluruh sekolah. Peristiwa itu juga membuat kegiatan belajar mengajar dihentikan dan murid-murid dipulangkan. Murid yang kesurupan dijemput para orang tua mereka dan dibawa pulang.
Sayangnya, para guru tidak mau berkomentar tentang peristiwa itu. Bahkan, wartawan sempat dihalang-halangi dan tidak boleh meliput peristiwa itu. Setelah sempat otot-ototan wartawan akhirnya dibolehkan masuk hingga di teras sekolah, tetapi tidak boleh masuk ruangan.
Hingga saat ini, belum diketahui penyebab pasti kesurupan yang menimpa 12 orang siswa kelas VI tersebut.
(bdh/bdh)











































