Ratusan warga memblokade jalan dengan memasang portal dari bambu di 4 titik jalan yang merupakan pintu gerbag masuk kawasan tambang Blok Cepu, Minggu (17/1/2010).
Portal yang dipasang itu untuk menghalangi lalu lintas kendaraan bermotor dan alat berat milik ExxonMobil. Setiap portal dijaga 50 hingga 100 orang. Jalur yang diportal itu diantaranya di Dusun Clangap Desa Sumengko Kec Kalitidu atau sekitar 50 meter arah selatan dari Jalur Utama Bojonegoro-Cepu.
Portal juga dipasang di Desa Brabuan, Beged dan Gayam, ketiganya masuk wilayah Ngasem. Selain portal, warga juga meletakkan tong di tengah jalan dan menempel puluhan karton yang bertuliskan ungkapan rasa jengkel dan kecewa kepada ExxonMobil selaku penanggungjawab proyek pengaspalan jalan maupun pemenang tender.
Pemasangan portal yang dimulai sejak Pukul 17.30 WIB itu dijaga ketat oleh polisi dari Polsek Gayam dan Polres Bojonegoro. Warga dalam aksinya membawa bambu, pisau panjang dan linggis. Polisi hanya dapat melihat kegiatan warga yang saling bergotong royong memasang portal bambu.
Kejengkelan warga itu dipicu dengan tidak rampungnya pengaspalan jalan sepanjang 4,5 KM dari total proyek sepanjang 7 KM. Bahkan diketahui mangkraknya proyek jalan itu diduga ditinggal lari oleh PT Daya Guna Mandiri (DGM) asal Gresik selaku pemenang tender sejak 2 bulan ini.
Selain proyek mangkrak, dari tidak tanggung jawabnya PT DGM itu CV Gayam Asri Manunggal (GAM) yang beralamat di Desa Gayam Kec Ngasem selaku Sub Kontraktor mengalami kerugian materi sebesar Rp 3, 5 Milyar.
"Selain warga, saya juga kerahkan semua pekerja proyek untuk menjaga portal dan melarang semua kendaraan ExxonMobil melewati jalan ini," kata Direktur CV GAM, Edi, yang mengaku bertanggung jawab atas pemasangan portal yang dilakukan oleh warga.
Dia juga mengaku telah dilarang oleh polisi untuk memasang portal, namun imbauan itu akan dilakukan apabila proyek pengaspalan jalan dilanjutkan dan pembayaran proyek dari PT DGM sudah diterimanya.
Dikonfirmasi tentang pemblokadean jalan oleh warga, Kasat IPP Polres Bojonegoro, AKP Tedjo Rukmana, mengatakan pihak kepolisiaan telah bersiaga di lokasi. "Untuk saat ini situasinya masih kondusif. Tapi Kondisi yang paling rawan adalah saat jam kerja, sebab akan terjadi kericuhan antara warga penjaga portal dengan pengemudi kendaraan bermotor yang lalu lalang disini," katanya. (bdh/bdh)











































