Bahkan, tidak sedikit perahu yang hilang dibawa ombak. Pendataan warga nelayan, 19 perahu hancur berkeping-keping, 8 di antaranya milik nelayan Kecamatan Ketapang dan sisanya nelayan Banyuwates.
Ombak ganas tersebut melanda sejak, Jumat (15/1/2010) malam. Awalnya warga tidak menduga jika akan merusak dan menghanyut perahunya yang sedang ditambat.
Saat dicek, Sabtu (16/1/2010) pagi, para nelayan baru mengetahui jika perahu yang disandarkan banyak yang rusak dan ada pula yang hilang. Saat ini, mereka merusaha mencari perahu yang hilang itu dengan cara menyisir pantai utara Kabupaten Sampang.
Salah seorang nelayan, Tokim (39), warga Ketapang, Sampang, mengatakan, sejak cuaca buruk baru kali ini yang merusak perahu yang disertai angin sangat kencang.
"Padahal, perahu nelayan sudah ditambat ditempat yang diprediksi aman. Ketinggian ombak saat ini mencapai 5 meter," terang Tokim kepada wartawan di sela-sela kesibukannya mengumpulkan kepingan perahunya yang hancur di pantai pesisir utara Kota Sampang.
Nelayan lain, Marsuki (42), warga setempat, mengaku keganasan ombak saat ini menghentikan semua aktivitas nelayan wilayah utara Kota Sampang.
"Nasib warga nelayan sedang tidak bagus, selain perahu banyak yang rusak perekonomian juga macet," ujar Marsuki kepada wartawan di pesisir pantai Ketapang, Sampang.
Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, para nelayan terpaksa menggadaikan barang berharga seperti emas dan alat-alat elektronik lainnya. Meski nelayan tidak bisa namun digunakan untuk memperbaiki jaring ikan yang rusak.
(fat/fat)











































