Calon mempelai wanita Dian (18) warga Kersikan Bangil yang melihat langsung kondisi jenazah di RSUD Bangil terkulai lemas, Kamis (14/1/2010). Dian yang datang ditemani ibunya, Fatimah (40) hanya bisa menangis sesenggukan meratapi kepergian calon menantunya.
Fatimah membenarkan jika anaknya akan menikah dengan Ihya pada Maret mendatang. Dengan kejadian ini, dirinya mengkhawatirkan psikologis anaknya akan terganggu. Sebab berbagai persiapan sudah dilakukan jauh-jauh hari sebelumnya.
"Kami sudah melakukan persiapan seperti menyewa banyu pengantin dan membuat undangan. Kami hanya takut psikologis Dian akan terganggu karena tidak terima dengan kematian calon suaminya. Padahal, akhir-akhir ini Dian begitu senang menunggu hari perkawinannya," jelas Fatimah sambil berkaca-kaca.
Sementara salah satu keluarga Ihya, kakak Misan korban lebih shok meratapi kepergian adik sepupunya. Yayuk berkali-kali ambruk tak sadarkan diri. Sedangkan kedua orangtua korban hanya bisa menangis dan tidak mau memberikan keterangan tentang kematian putranya itu.
Sebelumnya, jenazah Ihya Ulumudin (19) putra Sumadin ditemukan 17 Km dari lokasi tempat dia hilang saat diterjang air bah. Jenazah Ihya ditemukan tersangkut bersama sampah di lokasi Tambak Kayu Anak, Desa Kalianyar, Kecamatan Bangil.
(fat/fat)










































