Jembatan Putus, Warga Harus Memutar Hingga 5 Km

Pascabanjir Pasuruan

Jembatan Putus, Warga Harus Memutar Hingga 5 Km

- detikNews
Kamis, 14 Jan 2010 12:42 WIB
Jembatan Putus, Warga Harus Memutar Hingga 5 Km
Pasuruan - Banjir yang melanda Pasuruan beberapa hari lalu mengakibatkan sebuah jembatan gantung terbuat dari baja terputus. Padahal, jembatan ini merupakan satu-satunya sarana untuk menghubungkan Desa Kolursari menuju Desa Oro-Oro Ombo Kecamatan Beji, Bangil.

Putusnya jembatan ini terjadi sejak Sabtu, (9/1/2010) sekitar pukul 17.00 WIB saat air sungai meluap hingga ketinggian 2 meter.

Yang memprihatinkan, saat ini warga Desa oro-oro Ombo Kulon harus memutar sejauh 5 kilometer untuk menuju Desa Mendalan. Jauhnya akses jalur ini membuat banyak warga mengeluh karena tidak bisa melakukan aktivitas seperti biasa.

Selain itu, jauhnya akses ini juga membuat beberapa siswa sekolah membolos meski hari ini masih berlangsung ujian semester.

"Jembatan ini dilewati ratusan orang setiap harinya. Terutama bagi siswa sekolah yang berangkat di pagi hari. Akibat jauhnya jalur yang ditempuh, beberapa siswa memilih meliburkan diri meskipun hari ini berlangusng ulangan semester," terang Bambang Hariono, kades Oro-oro Ombo Kulon kepada wartawan, Kamis (14/1/2010).

Untuk itu tambah Bambang, warga berharap pemerintah Kabupaten Pasuruan segera membangun kembali jembatan yang ambruk.

Dari informasi yang dihimpun, Pemerintah Kabupaten Pasuruan saat ini masih fokus melakukan perbaikan infrastruktur yang rusak akibat banjir. Dintaranya perbaikan tanggul Manaruwi dan aliran Sungai Kedunglarangan.

Pembangunan tanggul di dua tempat itu dianggap paling penting untuk mencegah kembali datangnya banjir. Sebab jika tidak segera dibenahi, dikhawatirkan banjir kembali menerjang.

"Apalagi di akhir Januari diprediksi air laut kian meninggi," tegas Kepala Bakesbang Linmas Pemkab Pasuruan, Soenarto kepada detiksurabaya.com di kantornya.

(bdh/bdh)
Berita Terkait