Seperti Bus Puspa Indah merupakan satu-satunya armada memiliki trayek angkutan Malang-Kediri dan Malang-Jombang. Para penumpang memulai perjalanan dari Terminal Landungsari Malang harus kembali pindah armada saat tiba di jembatan tersebut.
"Penumpang dari Malang kami oper di sini atau estafet. Begitu juga dengan penumpang dari Kediri maupun Jombang," kata Mulyadi petugas kontrol PO Puspa Indah kepada detiksurabaya.com di lokasi, Kamis (14/1/2010) pagi.
Mulyadi menambahkan, hal ini dikarenakan jalan alternatif yang ada tidak dapat dilalui oleh bus. Akibatnya kendaraan dari Kediri hanya melakukan perjalanan hingga Jembatan Ngepreh.
"Ongkos tetap saja untuk Malang-Kediri sebesar Rp 16 ribu dan Malang-Jombang sebesar 14 ribu," ujarnya.
Sementara salah satu penumpang bus dari Malang menuju Kediri, Joyo (30) mengaku tidak mempermasalahkan perjalanan yang harus ditempuh dengan cara estafet.
"Yang penting sampai tujuan mas, mau gimana lagi. Jika lewat Surabaya malah jauh lagi," ungkapnya. Meski begitu pihaknya berharap pemerintah segera memperbaiki hingga perjalanan kembali normal.
Selain bus, aktivitas distribusi sayuran yang akan dikirim ke Jakarta dan Jawa Barat juga mengalami gangguan. Para pedagang sendiri harus mengeluarkan biaya lebih daripada biaya seperti hari-hari biasanya.
"Ongkos angkut kini bertambah, karena kami harus pakai jalur Malang-Surabaya dan itu membuat biaya perjalanan semakin meningkat," kata Rokhim (45), salah satu pedagang di Sub Terminal Agrobis Mantung, Kecamatan Pujon atau kurang lebih 5 kilometer dari
lokasi.
(fat/fat)










































