"Arusnya kuat seperti di sungai mas," ujar salah seorang nelayan, Budi (45) saat ditemui detiksurabaya.com di pelabuhan pendaratan ikan, Rabu (13/1/2010).
Menurut Budi, lantaran arus yang terlalu kuat, jaring-jaring yang ditebar nelayan hanya melayang di permukaan air. Akibatnya ikan-ikan yang berada di kedalaman air lolos dari jaring milik nelayan.
Pria kelahiran Makassar, Sulawesi ini mengungkapkan bahwa fenomena alam tersebut biasa terjadi antara bulan Januari hingga Maret. Hal senada juga diakui Soni (40) nelayan andon asal Nganjuk. Kondisi laut yang kurang bersahabat, lanjut dia, memaksa ratusan nelayan andon pulang ke daerah asal. Para nelayan baru kembali saat cuaca kembali normal.
"Kalau yang pakai perahu besar masih mending. Tapi kalau cuma perahu kecil nggak mampu melawan ombak, karena di tengah ketinggiannya sampai 2 meter," katanya.
(fat/fat)










































