Berdasarkan keterangan Briptu Amin, petugas Satlantas Sidoarjo, pengemudi Honda
Accord warna hitam itu bernama Ridi Gunawan (36), warga Tembok Dukuh II, Surabaya. Dari pemeriksaan polisi, Ridi tidak mabuk dan menjawab pertanyaan polisi dengan baik dan tepat.
"Pemeriksaan yang kami lakukan tidak menemukan bukti pengemudi dalam keadaan mabuk," kata Amin kepada wartawan, Selasa (12/1/2010).
Amin mengungkapkan, berdasarkan keterangan Ridi diketahui bahwa sebelum kejadian
dirinya mengejar lampu hijau terakhir. Namun kendaraan yang dibawanya tidak sampai dan harus berhenti di traffic light perempatan Jalan Diponegoro.
Sayangnya, Ridi tidak berhenti dan malah menancap gasnya. Kendaraannya itu digeber bukan karena keinginannya sendiri melainkan karena secara tidak sengaja semakin menekan pedal gas bukan pedal rem.
Akibatnya, sepeda motor yang ada di depannya langsung diseruduk dan semakin menggeber kendaraannya setelah menabrak sepeda motor pertama. Mobil itu terus
beruntun menabrak hingga 7 sepeda motor dan sebuah becak.
"Selain menancap gasnya, mobil ini juga berjalan zig-zag hingga menyebabkan 7 sepeda motor mengalami kecelakaan," tambahnya.
Mobil ini baru berhenti 500 meter dari lokasi tabrakan pertama karena mobil mengalami kerusakan yang cukup parah. 2 ban depannya bocor dan menabrak trotoar di ruas jalan tersebut. (stv/bdh)










































