Dari pantauan detiksurabaya.com, Senin (11/1/2010), ada 5 titik warga yang membuka sumbangan. Di antaranya, di Jalan Alun-Alun Kota, Jalan Untung Suropati, kawasan Pesarean Kota Bangil. Meski mereka membuka sumbangan dengan sebuah kardus air mineral, tak membuat arus lalu lintas keluar dari Kota Bangil padat. Arus lalu lintas tetap lancar.
"Uang hasil sumbangan ini akan kami belikan sepatu baru untuk anak. Selain itu untuk membantu orangtua membeli peralatan masak yang rusak dan hilang karena banjir," kata Muhammad Aldi (9) kepada detiksurabaya.com saat di Jalan Untung Suropati.
Sementara cuaca di Kota Bangil mendung berawan disertai gerimis. Meski begitu warga tetap bertahan membersihkan rumah, perabotan dari kotoran yang dibawa banjir.
Sebelumnya, ribuan rumah tenggelam dan sekitar seribuan hektar lahan sawah rusak akibat diterjang banjir sejak, Sabtu (9/1/2010). Akibatnya 3 orang tewas.
Berdasarkan data yang dihimpun Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat (Bakesbang Linmas) Kabupaten Pasuruan, tercatat 6.635 rumah tenggelam, 10 rumah rusak berat dan 4 rumah rusak ringan diterjang banjir. Selain itu banjir juga menyebabkan 2 jembatan rusak dan 8 kambing hilang. (fat/fat)










































