Diduga Idap HIV/AIDS, Robiono 'Dikurung' di Kandang Sapi

Diduga Idap HIV/AIDS, Robiono 'Dikurung' di Kandang Sapi

- detikNews
Jumat, 08 Jan 2010 18:00 WIB
Diduga Idap HIV/AIDS, Robiono Dikurung di Kandang Sapi
Blitar - Seorang pria diduga penderita HIV/AIDS, Robiono (32), terpaksa dirawat di kandang sapi. Dengan tubuh kurus kering, warga RT 2 RW 4 Kelurahan Gedok, Kecamatan Sanan Wetan, Kota Blitar terbaring lemah.

Paman Robiono, Sutejo (52), menuturkan, sebelum sakit keponakannya bersama ayah dan ibunya bertempat tinggal di Kelurahan Gedok. Namun setelah orang tuanya bercerai, dia ikut ibunya transmigrasi ke Papua. Di Papua, Rubiono, bekerja sebagai sopir dan akhirnya merantau ke Palembang. Namun setelah beberapa waktu bekerja di Palembang, Rubiono sakit. Kondisinya terus melemah, bahkan beberapa kali muntah darah hingga akhirnya lumpuh.

Karena merasa sendiri dirantau dan tidak ada yang merawat, Rubiono, berinisiatif kembali ke Blitar menumpang di rumah pamannya. Dengan susah payah menempuh perjalanan dari Palembang, karena tidak bisa berjalan, Rubiono, akhirnya tiba di Blitar.

Namun kerabatnya di Blitar tidak mau menerima Rubiono. Sehingga dia terpaksa tidur di masjid. Beberapa warga yang prihatin dengan kondisi Rubiono berinisiatif menempatkan di kandang sapi milik Nurhadi. Sedangkan untuk makan setiap hari dikirimi keluarga pamannya.

"Sebenarnya kami tidak keberatan menampung keponakan saya itu. Namun karena dahulu pola hidupnya yang sering keluar masuk lokalisasi kami khawatir dia menderita HIV/AIDS, padahal penanganan penderita HIV/AIDS harus hati-hati karena selain mematikan penyakit itu juga menular," kata Sutejo, kepada wartawan, Jumat (8/1/2010).

Menurutnya, berdasarkan pengakuan beberapa kerabat lain, selama di Papua dan Palembang perilaku Rubiono juga kerap keluar masuk lokalisasi, seperti saat di Blitar. Sehingga kecurigaan pihak keluarga bahwa Rubiono menderita AIDS semakin kuat. Kecurigaan pihak keluarga juga dikuatkan dengan kondisi berat badannya yang menurun drastis. Selama 7 bulan berat badannya turun hingga sekitar 30 kg.

Sementara pemilik kandang sapi Nurhadi mengakutakan bahwa warga tidak tega menempatkan Rubiono di kandang sapi. Namun kerabatnya tidak bersedia menampung, akhirnya warga terpaksa menempatkan di tempat tersebut.

"Pertimbangan warga menempatkan di tempat ini karena kalau tetap di masjid dikhawatirkan kotorannya akan membuat kondisi masjid tidak suci. Mengingat yang bersangkutan tidak bisa berjalan dan melakukan pembuangan secara sempurna," kata Nurhadi.

Sementara Rubiono mengaku jika penyakit yang dideritanya adalah penyakit TBC, bukan HIV/AIDS. Keyakinan tersebut didasarkan atas pemeriksaan dari petugas puskesmas setempat. "Menurut petugas puskesmas penyakit saya adalah TBC," katanya.

Dia mengaku pasrah dengan kondisi yang dialaminya. Ia juga berterima kasih kepada warga sekitar yang telah sudi menampung meski hanya ditempatkan di kandang sapi.

Saat dipindah ke tempat tersebut, sapi-sapi yang awalnya berada di kandang memang telah dipindahkan ke tempat lain. Namun dari pantauan detiksurabaya.com, kondisi kandang berukuran 2x3 meter itu tetap memprihatinkan. Dinding kandang hanya disekat bambu dan dipasang tirai dari kain sprei.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kota Blitar, dr Ngesti Utomo, mengaku semestinya penderita sakit tidak boleh ditelantarkan. "Harusnya segera dibawa ke rumah sakit," kata Ngesti singkat.

Kadinkes meminta supaya warga mengurus surat keterangan tidak mampu untuk perawatan di rumah sakit. (fat/fat)
Berita Terkait