Arsitek Persebaya, Danurwindo mengaku hasil yang diraih anak asuhnya merupakan hasil yang maksimal lantaran dalam tim yang diturunkan banyak pemain inti yang tidak bisa dimainkan.
"Sangat baik, para pemain sudah fight. Hal ini juga karena saat ini kita minus 4 pemain," kata Danur kepada wartawan usai pertandingan di Stadion Surajaya, Lamongan, Minggu (3/12/2010).
"Di babak kedua, kepercayaan pemain makin meningkat dan lebih tenang. Selain itu, kita sengaja lakukan rotasi pemain karena kita capek setelah dari Jepara," imbuhnya.
Hal senada juga diungkapkan allenatore Persela, Widodo C Putro yang mengaku pasrah dengan hasil imbang yang diraih timnya meski banyak peluang serta hal tersebut merupakan pekerjaan rumah. "Kita selalu menciptakan peluang tapi tidak bisa mencetak gol dan itu pekerjaan rumah kita," katanya.
Widodo juga mengaku jika permainan anak asuhnya kali ini lebih banyak bermain individu dan tidak mampu menerapkan strategi dan taktik.
"Pemain selalu terburu-buru, dan banyak bermain individu. Dan inilah sepakbola serta ini pekerjaan rumah kita yang harus dibenahi sejak awal kompetisi," pungkasnya.
(krs/bdh)











































