Derby Jatim Berakhir 0-0

Derby Jatim Berakhir 0-0

- detikNews
Minggu, 03 Jan 2010 22:40 WIB
Derby Jatim Berakhir 0-0
Lamongan - Derby jatim yang mempertemukan tuan rumah Persela yang menjamu Persebaya dalam lanjutan Indonesian Super League (ISL), di Stadion Surajaya, Lamongan, Minggu (3/1/2010), berakhir dengan skor kacamata 0-0.

Bertindak sebagai tuan rumah, para pemain anak asuk Widodo C Putro lebih dulu mengambil inisiatif serangan. Bahkan serangan yang dimotori Martin Zada sudah langsung membombardir pertahanan Persebaya yang dikomandani Anderson da Silva sejak peluit tanda babak pertama dimulai.

Hingga 45 menit babak pertama berakhir tercatat 5 peluang yang diciptakan Laskar Joko Tingkir (sebutan Persela). Bahkan tiga peluang emas gagal dimanfaatkan. Hingga peluit tanda jeda ditiup wasit Sapari, skor masih kacamata alias imbang.

Memasuki babak kedua, masing arsitek kedua tim sama-sama berinisiatif melakukan serangan dengan memasukkan dua pemain yang bernaluri mencetak gol. Hal ini bikin Persebaya lebih bertaji, di mana di awal babak kedua Persebaya yang memasukkan Andi Odank menggantikan Wimba Sutan berhasil menekan pertahanan Persela. Namun, peluang masih tetap mentah di barisan pertahanan.

Tidak ingin malu didepan 9 ribu pasang mata LA Mania (seporter Persela) berhasil mengatasi tekanan dari tim tamu dan kembali menekan pertahanan tim tamu meski sesekali Persebaya melakukan counter attack dan berhasil menciptakan tiga peluang emas, dua dari John Tarkpor dan satu dari Andi Odank.

Pertandingan derby Jatim yang sarat gengsi dan akhirnya berakhir tanpa sebiji gol pun berlangsung lumayan panas. Sang pengadil lapangan, Sapari, asal Bandung mengeluarkan lima kartu kuning sepanjang pertandingan. Tiga kartu kuning untuk Persebaya yakni, Endra Prasetya, Anderson da Silva dan Wijay. Sedangkan dua kartu kuning diberikan kepada pemain Persela yakni, Fabiano da Rosa dan I Gede Sukadana.

Pertandingan yang berlangsung di stadion markas Persela ini juga menghadirkan nuansa berbeda dengan pertandingan lanjutan ISL lainnya. Pasalnya sebelum pertandingan dimulai yang biasa menyanyikan lagi Padamu Negeri digantikan dengan mengheningkan cipta untuk mantan presiden RI ke-4 KH Abdurrahman Wahid.

(krs/bdh)
Berita Terkait