Informasi yang berhasil dihimpun detiksurabaya.com menyebutkan, laga yang semestinya dilaksanakan pada tanggal 20 Januari mendatang, sudah pasti tidak dapat digelar di kandang 'Macan Putih'. Polisi diakui tidak ingin ambil resiko dari kemungkinan terulangnya rusuh suporter yang pernah terjadi dan memilih untuk tidak memberikan izin.
"Konfirmasi terakhir yang kami dapatkan menyebutkan demikian. Kepolisian tidak ingin mengambil resiko dengan tetap menggelar laga itu dilaksanakan di Kediri," jelas Ketua Panitia Pelaksana Pertandingan Persik Bambang Soemarjono, saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Minggu (3/1/2010).
Sekedar catatan, laga Arema Malang di Stadion Brawijaya memang selalu berujung pada terjadinya kerusuhan antar suporter. Yang pertama pada 17 Januari 2007 silam, saat 'singo edan' dikalahkan Persik, hingga membuat suporternya mengamuk. Sementara kejadian kedua terjadi pada babak 8 besar Liga Indonesia musim lalu, saat Arema ditantang Persiwa Wamena yang juga berujung pada terjadinya aksi anarkis suporter.
Atas kepastian tersebut, Panpel Pertandingan Persik berencana memindahkan laga kandang tersebut ke Stadion Surajaya, Lamongan. Permintaan izin secara lisan dan tertulis diakui sudah diajukan dan telah mendapatkan persetujuan dari pemilik stadion.
"Pemberitahuan ke PT. Liga Indonesia juga sudah kami lakukan secara resmi melalui surat, dan sekarang kami tinggal menunggu jawabannya," ujar Bambang.
Dikonfirmasi secara terpisah mengenai tidak bisanya laga melawan Arema digelar di Kediri, Sekretaris Persik Barnadi mengaku kecewa. Namun, dia tetap optimis Persik akan tetap bisa meraih kemenangan, mengingat dari catatan 4 laga pertemuan, baik di kandang maupun tandang, kemenangan selalu menjadi milik 'Macan Putih'.
"Ya semoga saja dan kita sangat berharap besok tanggal 20 hasilnya bisa seperti yang diinginkan," ungkapnya
(krs/bdh)











































