Peristiwa itu bermula saat korban Mohammad Hanafi (17) warga Kampung Mutihan, Kecamatan Purwosari, Surakarta bermain di tepian pantai bersama dua rekannya yang bernama Adnan Dwi Atmoko (17) warga Tawangsari, Sukoharjo, Jawa Tengah dan Eka Fernanda (17) warga Jaten, Karanganyar, Jawa Tengah.
Mereka datang bersama 14 orang rekannya sekitar pukul 04.30 WIB ke Pantai Teleng. Setibanya di lokasi ketiga korban bersama dua rekan mereka berpencar dari rombongan dan langsung menuju ke tepi laut untuk bermain air. Sementara yang lainnya menunggu di pinggir pantai.
Saat asyik bermain air tiba-tiba datang ombak besar yang langsung menyeret Mohammad Hanafi. Mengetahui rekannya terseret ombak, Dwi Atmoko dan Eka Fernanda menolong.
Tapi karena kuatnya arus, keduanya tak kuasa menahan tubuh Hanafi. Bahkan keduanya ikut terseret. Beruntung, keduanya berhasil diselamatkan Tim Patroli Pantai dan langsung dilarikan ke rumah sakit setempat. Sementara Mohammad Hanafi hingga saat ini masih dalam pencarian.
"Kita sudah koordinasi membentuk tim dari Samapta, Baywatch serta satuan samping dari TNI AL serta satuan kita di polisi perairan. Mereka terus melakukan pencarian dengan menyisir pantai," kata Kapolsek Pacitan AKP Sardjono.
Sardjono menuturkan, saat ini kondisi ombak di sekitar perairan Pacitan memang tidak bersahabat. Wisatawan yang datang diminta tetap menjaga kewaspadaan. Yakni tidak bermain di air.
Risiko lainnya, di sepanjang kawasan Teluk Pacitan juga terdapat palung. Sehingga saat seseorang terseret arus biasanya langsung tergulung ke dasar laut dan sulit menyelamatkan diri.
(wln/wln)










































