Ajakan ini disampaikan SBY dalam pidato saat pemakaman Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid, di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Kamis (31/12/2009).
"Sebagai bangsa yang berjiwa besar, mari kita ucapkan terimakasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas darmabakti almarhum kepada bangsa dan negara," kata SBY.
Di dalam pidatonya, SBY menekankan kembali beberapa peninggalan penting Gus Dur bagi kemajuan bangsa dan negara. Melalui lembaga Forum Demokrasi (Fordem), Gus Dur secara aktif melansir pemikiran-pemikiran strategis mengenai dasar-dasar berdemokrasi.
Di masa jabatannya sebagai Presiden RI pertama hasil pemilu demokrasi pada 1999, Gus Dur kembali menegaskan makna dari Bhineka Tunggal Ika. Yakni dengan menetapkan berbagai kebijakan menghapus perlakuan diskriminatif bagi kelompok masyarakat tertentu.
"Disadari atau tidak, beliau adalah Bapak Pluralisme dan Multikulturalisme di Indonesia," ujar SBY.
(nrl/fat)











































