Mereka yang menangis tidak hanya keluarga Gus Dur, namun juga para pria pengagum Gus Dur. Tangis mereka pecah karena tak kuat menahan emosi. Gus Nuril Huda, salah seorang pengurus PBNU, menangis sesenggukan sembari mengangkat tangan tangannya tanda hormat. Seorang pria berbaju putih menangis dengan suara keras.
Suasana memang mengharu biru. Suara takbir dan tahlil terdengar. Apalagi saat lagu Gugur Bunga berkumandang. Presiden SBY memimpin upacara pemakaman ini dengan mengenakan setelan jas hitam.
Jenazah Gus Dur saat ini telah dimasukkan ke liang lahat. Menantu Gus Dur, Dhohir Farisi, turut menurunkan jenazah ke tempat peristirahatan. Istrinya, Yenny Wahid, tak kuasa membendung rasa sedih. Dia memegang erat-erat bahu suaminya, yang kemudian duduk di pinggir liang kubur, agar tidak terjatuh pingsan. Wajahnya sembab oleh air mata.
(anw/fat)











































