Polisi yang melakukan penjagaan akhirnya membawa mahasiswa tersebut ke mapolres dengan menggunakan truk polisi.
Tenda mahasiswa yang dijadikan berteduh para pengunjuk rasa sejak, Selasa (29/12/2009) lalu juga dibongkar paksa.
Para mahasiswa sempat melakukan perlawanan, namun karena jumlah mahasiswa dan aparat tidak seimbang, akhirnya mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi tersebut digelandang ke polres. Kini dalam pemeriksaan penyidik Polres.
Ketua PC PMII Kabupaten Sumenep, Adi Purnomo mengatakan, aksi mogok makan dan dilanjutkan dengan melakukan segel pintu pagar masuk kantor dewan karena belum ada revisi APBD yang memihak rakyat.
"Legislatif dan eksekutif ternyata kurang peduli dengan rakyat," tegas Adi, pada wartawan di Mapolres Sumenep, Jalan Urip Sumoharjo.
Dia menilai, mahasiswa tidak membuat keonaran atau mengganggu aktivitas dewan. Penyegelan dilakukan hanya untuk meminta garansi anggota dewan agar peduli terhadap rakyat.
"Jadi, maaf ini bukan mengganggu anggota dewan. Tapi, ada kesalahpahaman antara petugas dengan aparat," pungkasnya.
(bdh/bdh)










































