Antisipasi Tsunami, Pemkab Pacitan Gelar Simulasi

Antisipasi Tsunami, Pemkab Pacitan Gelar Simulasi

- detikNews
Selasa, 29 Des 2009 11:32 WIB
Antisipasi Tsunami, Pemkab Pacitan Gelar Simulasi
Pacitan - Ratusan warga Kabupaten Pacitan panik saat mendengar raungan sirine peringatan tsunami. Mereka pun berlarian berusaha menyelamatkan harta bendanya menuju ke lokasi yang aman. Itulah gambaran sekilas simulasi penanganan bencana tsunami yang digelar.

Gempa bumi berkekuatan 7,6 Skala Richter mengguncang Kabupaten Pacitan. Titik gempa terletak 10 kilometer selatan Teluk Pacitan dengan kedalaman 20 kilometer.

Tak ayal, dekatnya episentrum gempa berpotensi menimbulkan tsunami. Hanya saja, warga yang sedang beraktivitas seolah tak menghiraukan bahaya yang mengancam. Mereka tetap melakukan aktivitas seperti biasa. Warga baru sadar, setelah terdengar raungan sirene dari pusat Sistem Penanggulangan Dini Tsunami (Tsunami Early Warning System).

Tengara itu disusul peringatan melalui pengeras suara bahwa gelombang tinggi telah menyapu sebagian wilayah pesisir Pacitan. Mendengar pemberitahuan itu warga mulai panik. Sebagian berusaha menyelamatkan harta bendanya, sebagian lainnya lari tunggang langgang tak tentu arah. Hanya selang beberapa menit, korban mulai berjatuhan. Kondisi diperparah lagi rusaknya bangunan dan sejumlah fasilitas umum.

Dalam kondisi darurat itu Tim Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana bertindak cepat. Tim yang terdiri 8 unit langsung melakukan identifikasi dan evakuasi korban. Sementara sejumlah personel lainnya menyiapkan tenda darurat serta memulihkan infrastruktur yang porak pranda.

Itulah gambaran Geladi Kesiagaan Dan Penanggulangan Bencana Tsunami yang berlangsung di Alun-alun Pacitan, Selasa (29/12/2009) pagi.

Kegiatan yang melibatkan 503 orang dari sejumlah elemen itu, menurut Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat Pacitan, Wasi Prayitno, dimaksudkan untuk memberikan pemahaman masyarakat tentang tata cara penyelamatan diri jika terjadi tsunami. Apalagi Kabupaten Pacitan terletak di bibir Samudra Indonesia serta berdekatan dengan pertemuan lempeng Indoaustralia dan Eurasia.

"Ini adalah bagian kesiagaan pemkab dan masyarakat Pacitan untuk mengantisipasi bencana yang mungkin terjadi," ujar Wasi kepada detiksurabaya.com usai geladi di Alun-alun Pacitan.

Wasi menuturkan, pemerintah daerah bersama Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) sebelumnya telah melakukan pemetaan daerah evakuasi tsunami. Berdasarkan penelitian itu, LAPAN menetapkan 13 titik pengungsian di wilayah Kecamatan Kota. Dipilihnya lokasi tersebut menurut Wasi, didasarkan pada ketinggian aman yakni diatas 15 meter dari permukaan laut.

Upaya lainnya, adalah dengan menempatkan papan peringatan di sejumlah titik strategis serta memasang rambu di ruas-ruas jalan menuju lokasi pengungsian. Harapannya, masyarakat dapat lebih mudah menyelamatkan diri menuju lokasi pengungsian jika sewaktu-waktu terjadi tsunami.

"Insya Allah akan kami realisasikan tahun depan," pungkas dia. (bdh/bdh)
Berita Terkait