Pemandangan ini sungguh bertolak belakang dengan program pemerintah yang telah menaikkan alokasi anggaran pendidikan nasional.
Sejak 6 bulan terakhir, para siswa SD Negeri 6 Macan Putih, harus belajar dengan kondisi apa adanya. Meski dari luar cat dan genteng gedung sekolah nampak baru, namun tidak demikian dengan kondisi di dalamnya. Lantai ubin tua, atap tanpa plafon, menjadi pemandangan sehari-hari.
Selain itu, sarana seperti meja, kursi, jumlahnya tak memadai dengan jumlah siswa yang ada. Hanya beberapa meja dan kursi tua yang dipaksakan untuk dipakai. Satu meja dipakai antara 3 hingga 4 siswa. Bahkan, disalah satu gedung, untuk siswa kelas 2, kosong melompong tanpa meja dan kursi.
Akibatnya, 13 siswa kelas 2 harus belajar di teras luar gedung sekolah, sembari menunggu jam pelajaran adik kelas mereka, yakni siswa kelas 1, berakhir. Belasan siswa kelas 2 itu harus bergantian memakai ruang kelas 1 yang memiliki meja dan kursi. Namun lagi-lagi para siswa harus berebut untuk menempatinya.
Tentu saja, kondisi itu membuat tidak maksimalnya proses belajar mengajar. Para siswa mengaku sedih dengan apa yang dialaminya. Mereka menginginkan suasana belajar yang nyaman serta normal, layaknya siswa SD disekolah Negeri lainnya.
"Sudah lama belajar di luar (teras.red), enggak enak. Enak belajar duduk di kursi dan ada meja," keluh Nuruljannah, salah seorang siswi kelas 2 SD Negeri Mancan Putih, saat mengeluh kepada detiksurabaya.com di lokasi, Selasa (29/12/2009).
Sementara itu, pihak sekolah mengaku tak ada pilihan lain untuk memenuhi hak belajar para siswanya tersebut. Meja dan kursi yang seharusnya menjadi sarana penunjang untuk belajar tak kunjung selesai dikerjakan. Padahal, bantuan tersebut sudah lama diberikan ke SD Negeri 6 Macan Putih.
"Daripada siswa keluyuran, ya kita ambil kebijakan untuk belajar di teras sekolah. Ini sudah berlangsung sejak tahun ajaran baru yang kemarin," jelas Katiran, salah seorang guru senior SD Negeri 6 Macan Putih.
Kapan meja dan kursi tersebut akan datang? Pihak sekolah mengaku tidak tahu. Kabar terakhir yang mereka terima, kursi dan meja tersebut masih dalam proses pengerjaan disebuah mebel di Banyuwangi.
(bdh/bdh)










































