Kapal yang berpenumpang 150 orang dan sempat transit di Pelabuhan Sapeken tersebut mesinnya ngadat di Perairan Sapeken atau sekitar 1 KM dari pelabuhan setempat sejak pukul 12.00 WIB, Senin (28/12/2009) siang.
Hingga pukul 17.50 WIB, kapal milik Pemprov Jatim itu tetap tidak bisa melanjutkan pelayarannya. Penumpang yang mayoritas warga Sapeken dan yang akan menuju Pelabuhan Batuguluk Pulau Kangean serta ke Pelabuhan Kalianget, Sumenep mulai panik. Sebab, kapal dalam posisi miring sekitar 25 derajat.
Mereka khawatir ada ombak dan angin kencang yang biasanya datang sewaktu-waktu saat sore menjelang malam. Dari pihak kapal juga belum ada kepastian kapan bisa diberangkatkan atau melakukan evakuasi terhadap penumpang.
Salah seorang keluarga penumpang, Joni (40), warga Desa/Kecamatan Sapeken, Sumenep, mengatakan, kondisi kapal sangat tidak layak untuk dioperasikan di Perairan Sumenep, sebab body kapalnya kelihatan banyak yang rusak.
"Kapal pengganti perintis ini baru saja dioperasikan di perairan Sumenep dengan kondisi cuaca relatif bersahabat. Kalau dalam kondisi cuaca buruk pasti sudah tenggelam," terang Joni kepada detiksurabaya.com saat dihubungi, Senin (28/12/2009) petang.
Para keluarga penumpang yang ada di Pulau Kangean, kata dia, juga mulai panik. Kapal yang seharusnya sudah sampai di Pelabuhan Batuguluk ternyata masih ada ditengah laut dengan kondisi mesin mati dan miring.
"Keluarga penumpang membanjiri pelabuhan Sapeken dan Pelabuhan Batuguluk, Kangean untuk menjemput keluarganya yang terombang-ambing sejak siang hingga malam ini," tuturnya.
Dia mendesak ABK dan operator kapal agar mengevakuasi penumpang sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, sebab kondisi cuaca pada malam hari sangat membahayakan. "Apalagi, mesin kapal tetap tidak hidup atau ngadat hingga saat ini," pungkasnya.
(fat/fat)










































