Pembatalan pengumuman lama tersebut ditandai dengan dikeluarkannya SK Walikota Kediri tertanggal 28 Desember 2009, yang menyatalan pengumuman penerimaan CPNS yang dipublikasikan tanggal 12 Desember 2009 sebagai keputusan final dalam rekrutmen CPNS Kota Kediri.
Dari hasil penelitian selama beberapa hari, Walikota Kediri Samsul Ashar menganggap tidak terdapat perbedaan antara pengumuman lama dengan hasil koreksi asli yang ditemukan di PT Lapi ITB.
"Tentunya tidak mudah memeriksa lebih dari 13 ribu hasil koreksi. Dan alhamdulillah kami bisa menyelesaikannya. Kami dapat pastikan jika pengumuman yang sudah kami publikasikan sama dengan hasil koreksi baru dari PT Lapi," jelas Samsul saat ditemui wartawan di Gedung DPRD, Senin (28/12/2009).
Meski begitu keputusan penetapan hasil tersebut juga didesak target pemberkasan terhadap CPNS baru yang harus diselesaikan sebelum tahun 2009 berakhir. "Pemberkasan kan memang harus selesai sebelum 2009, karena mereka (CPNS baru) itu kan hasil rekrutmen tahun 2009," ungkapnya.
Adanya sejumlah kejanggalan, di antaranya hasil koreksi pertama yang diketahui tanpa adanya segel, Pemerintah Kota Kediri menyerahkannya ke kepolisian untuk melakukan penyelidikan.
Yang mengejutkan, meski menganggap hasil koreksi pertama dan temuan koreksi terbaru sama, Samsul mengaku mendapat tekanan dari bawahannya saat menandatangani hasil koreksi pertama untuk dijadikan pengumuman penerimaan.
Hal tersebut diakui sehari sebelum pengumuman pertama dipublikasikan, dengan permintaan tanda tangan dilakukan hampir tengah malam dan dalam waktu yang sangat singkat.
"Saya hanya diberi waktu sebentar. Padahal prosedurnya kan harus ada dulu pemeriksaan oleh Bagian Hukum dan verifikasi," ujar Samsul.
Dengan alasan tidak ingin memperkeruh suasana, Pemerintah Kota Kediri diakui oleh Samsul, sementara menjadikan pengumuman pertama sebagai hasil akhir dan akan segera menyelesaikan pemberkasan terhadap pelamar diterima. Untuk proses selanjutnya diserahkan secara penuh ke kepolisian untuk melakukan penyelidikan.
"Penyelidikan sampai sekarang masih berlangsung. Dan kalau nanti ditemukan perbedaan, kami akan tanggulanginya bersama-sama," pungkas Samsul.
Sebelumnya, rekrutmen CPNS Kota Kediri diindikasikan berlangsung penuh manipulasi. Hal ini berimbas pada penyataan Walikota Samsul Ashar yang akan membatalkan pengumuman yang terlanjur dipublikasikan, dengan mengeluarkan pengumuman penerimaan baru.
Dalam rekrutmen CPNS Kota Kediri tahun 2009, dibuka 443 formasi yang terdiri atas 3 kebutuhan bidang berbeda, masing-masing tenaga teknis, umum atau guru dan kesehatan. Dari jumlah itu jumlah pelamar mencapai 17.843 orang, yang dalam proses seleksi administrasi 4.678 orang di antaranya dinyatakan gagal, dengan 13.088 orang yang diizinkan mengikuti tes tulis.
(fat/fat)










































