Diliputi Was-was, Warga Tidur Beralas Tikar

Kolam Penampungan Lumpur Kritis

Diliputi Was-was, Warga Tidur Beralas Tikar

- detikNews
Senin, 28 Des 2009 15:55 WIB
Diliputi Was-was, Warga Tidur Beralas Tikar
Sidoarjo - Kondisi tanggul penahan lumpur di Desa Siring, Sidoarjo kritis tak ayal membuat warga khawatir. Warga di Desa Siring Barat yang rumahnya berdekatan dengan 'kolam' lumpur, dan hanya dipisahkan rel KA serta Jalan Raya Porong mengaku was-was.

Bahkan sebagian dari mereka tak berani tidur di atas tempat tidur dan hanya tidur beralaskan tikar. Ini mereka lakukan agar memudahkan menyelamatkan diri jika kolam penampungan lumpur ambrol.

"Takut dan was-was. Tidur tidak nyenyak. Saya memilih tidur di tikar, ini agar mudah melarikan diri jika luapan lumpur merendam desa kami," kata Zainuril, warga RT 2 RW 1 Desa Siring Barat, Kecamatan Porong, Sidoarjo kepada detiksurabaya.com di rumahnya, Senin (28/12/2009).

Zainuril berharap pemerintah memperhatikan nasib warga. Dia mendesak pemerintah untuk segera mempercepat ganti rugi. "Kita desak pemerintah untuk memperhatikan nasib warga. Ganti rugi harus segera diberikan. Kami selalu hidup dalam ketakutan dan was-was," ungkapnya.

Hal senada juga dikatakan Suyati (58), warga Siring RT 2 RW 1. Meski sudah pindah ke rumah kontrakan, Suyati masih sering pulang ke rumahnya. Dia meminta pemerintah memberi kejelasan soal ganti rugi. Pasalnya, kondisi tempat tinggalnya sangat memprihatinkan.

"Was-was dan takut. Takut karena sampai sekarang tidak ada kejelasan soal aset rumah," tuturnya.

Sebelumnya, luapan lumpur yang mengalir dari sumber utama semburan, Porong, Sidoarjo sangat deras. Ini berpengaruh pada kolam penampungan. Kolam penampungan di Desa Siring saat ini kondisinya mengkhawatirkan. Ketinggian antara air lumpur dengan bibir tanggul hanya berjarak 1 meter.

Jika hujan mengguyur kawasan Sidoarjo dan sekitarnya terjadi dalam dua hari berturut-turut, kemungkinan besar akan meluap dan meluber ke jalur rel kereta api dan Jalan Raya Porong. Lumpur menyembur sangat kuat diketahui pukul 21.00 WIB, Minggu (27/12/2009) malam. (wln/wln)
Berita Terkait