Pasokan Kurang, Warga Probolinggo Berebut Minah

Pasokan Kurang, Warga Probolinggo Berebut Minah

- detikNews
Kamis, 24 Des 2009 11:29 WIB
Pasokan Kurang, Warga Probolinggo Berebut Minah
Probolinggo - Antran warga berebut minyak tanah (minah) masih saja terjadi. Kali ini atrean panjang terlihat di Probolinggo, Jawa Timur.

Atrean panjang warga yang didominasi ibi-ibu ini rela berdesak-desakan demi mendapatkan minah di pangkalan milik H Usman (45), warga Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan, Kamis (24/12/2009).

"Minyak tanah langka, mas jadi harus antre," ujar salah seorang ibu rumah tangga, Ny Misnatun, kepada detiksurabaya.com saat ditemui di lokasi.

Perempuan separuh baya itu mengatakan, langkanya mitan itu terjadi sejak sebulan lalu. Akibatnya para ibu-ibu itu kebingungan untuk mendapatkan bahan bakar ini. "Di sebagian agen memang ada, tapi harganya mahal," katanya.

Di sebagian agen mitan, terang Ny Misnatun, ada yang harganya mencapai Rp 4.000 hingga Rp 6.000 per liter. Itulah sebabnya, daripada membeli mitan dengan harga mahal, kalangan ibu-ibu itu rela mengantre.

Berbeda dengan Mbok Tamami. Perempuan itu terpaksa pulang karena sudah tidak kebagian mitan. Pangkalan mitan milik H Usman dalam sekejab ludes dibeli warga.

Pantauan detiksurabaya.com di lapangan, dalam antrean panjang itu, warga hanya diberi jatah 2 sampai 3 liter mitan. "Lho, kalau tidak begini banyak warga yang tidak kebagian. Makanya setiap warga hanya diberi jatah 2 sampai 3 liter," ungkap H Usman.

Menurut Usman, antrenya warga membeli mitan di pangkalan miliknya bukan berarti mitan itu langka. Namun, pasokan mitan selama ini tidak sesuai dengan besarnya kebutuhan warga. "Kita dalam setiap bulannya itu hanya mendapat jatah 1 tangki (5000 liter, red)," ungkapnya.

Begitu jatah mitan itu datang, tak begitu lama langsung ludes diborong warga. "Jadi tidak sampai sehari mitan itu langsung habis. Karena diburu warga," tandasnya.

(bdh/bdh)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait