Makanan Berlalat dan Berjamur Ditemukan Dijual Bebas

Makanan Berlalat dan Berjamur Ditemukan Dijual Bebas

- detikNews
Rabu, 23 Des 2009 14:33 WIB
Kediri - Menjelang Natal, tim gabungan Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Kesehatan dan Satpol PP Kota Kediri, menggelar inspeksi mendadak (sidak) peredaran makanan di pasaran. Hasilnya, ditemukan sejumlah produk yang diketahui mengandung lalat, berjamur dan kadaluwarsa.

Sidak digelar di Toko Galih Putra di Kelurahan Dandangan, Kecamatan Kota dan sejumlah toko kelontong di Pasar Pahing dan Setono Betek. Dari sejumlah lokasi, petugas mendapati adanya produk bermasalah antara lain susu merek Dancow kemasan 200 gram yang kadaluwarsa.

"Untuk susu Dancow kami temukan ada 5 karton dan telah kami amankan 1 buah sebagai sampel. Susu itu kadaluwarsa sejak Juli 2009 tapi masih dipajang oleh pemilik tokonya," jelas Petugas Penyidik Pegawai Peneri Sipil (PPNS) Satpol PP Yuni Widianto, saat ditemui wartawan di sela-sela sidak, Rabu (23/12/2009).

Petugas juga mendapati produk lain yang juga bermasalah. Yakni adanya pelanggaran label, produk yang sudah berjamur dan mengandung lalat.

"Ini sampean lihat bagian bawahnya, ada lalatnya kan. Kue ini tadi kami
temukan di Pasar Setono Betek dan pemiliknya sudah kami minta untuk menarik produk sejenis untuk tidak dipasarkan," ujar Yuni sambil menunjukkan ke jenis pia kacang hijau yang terdapat lalat di bagian bawahnya.

Atas semua temuan tersebut, Satpol PP segera memanggil pihak produsen. Langkah ini dilakukan karena penjual mengaku hanya dititipi dengan sistem bayar di belakang.

"Kami sudah kantongi nama produsen dan nomor teleponnya. Selanjutnya kami akan bina dan periksa ke gudangnya, kalau masih ditemukan produk sejenis yang juga bermasalah kami akan proses lebih lanjut," papar Yuni.

Secara terpisah Kepala Sub Bagian Sarana Bagian Perekonomian Kota Kediri Iswanto menganggap sidak ini mengantisipasi beredarnya makanan bermasalah sebelum Natal dan Tahun Baru 2010. Pihaknya ingin memberikan jaminan keamanan atas peredaran produk ke masyarakat.

"Jangan sampai perayaan Natal dan Tahun Baru diwarnai peristiwa keracunan gara-gara produk bermasalah yang dibeli di pasaran. Oleh karena itu langkah preventif kami lakukan sebelumnya," terangnya.

(fat/fat)
Berita Terkait